Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Sulut Meninggal di Kamboja

Tangis Mama Eng Pecah, Saat Jenazah Hartono Pajama dari Kamboja Tiba di Manado

Jenazah Hartono Pajama alias Opo, Pekerja Migran Indonesia asal Sulawesi Utara, yang tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Chintya Rantung
Dok. Pengagas Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut, Antonius Sangkay
TIBA - Jenazah Hartono Pajama alias Opo, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sulawesi Utara, yang tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, subuh tadi. Sebelumnya jenazah tertahan di Kamboja. 

Ringkasan Berita:
  • Tangis haru menyelimuti kepulangan jenazah Hartono Pajama alias Opo, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sulawesi Utara
  • Jenazah almarhum disambut pihak keluarga bersama pemerintah setempat di wilayah domisili keluarga. Suasana haru tak terelakkan saat peti jenazah diturunkan dari pesawat
  • Isak tangis keluarga pecah, bercampur rasa kelegaan karena almarhum akhirnya dapat dimakamkan secara layak

TRIBUNMANADO.CO.ID – Tangis haru menyelimuti kepulangan jenazah Hartono Pajama alias Opo, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sulawesi Utara, yang tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, subuh tadi, setelah sebelumnya tertahan di Kamboja.

Kedatangan jenazah tersebut menjadi akhir penantian keluarga, khususnya Mama Eng, ibu kandung almarhum, yang sejak menerima kabar duka tak henti-hentinya memanjatkan doa agar anaknya bisa kembali ke tanah kelahiran.

Jenazah almarhum disambut pihak keluarga bersama pemerintah setempat di wilayah domisili keluarga.

Suasana haru tak terelakkan saat peti jenazah diturunkan dari pesawat.

Isak tangis keluarga pecah, bercampur rasa kelegaan karena almarhum akhirnya dapat dimakamkan secara layak.

Informasi tibanya jenazah tersebut disampaikan langsung oleh Mama Eng kepada Pengagas Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut, Antonius Sangkay melalui sambungan telepon pada subuh dini hari.

“Jenazah Opo sudah tiba pagi ini,” ujar Antonius.

Kata Antonius, Mama Eng dengan suara bergetar, seraya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan.

“Terima kasih banyak untuk semua yang sudah membantu dan mendoakan. Kami sekeluarga sangat bersyukur karena anak kami akhirnya bisa pulang ke tanah air,” tutur Mama Eng kepada saya.

Kata Antonius, saat ini jenazah telah dibawa ke rumah duka yang berada di Minut.

"Langsung dibawa ke rumah duka," ungkapnya.

Sebelumnya, pihak keluarga dengan pendampingan Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut melalui Program Gerakan 1.000 Jaringan Lawan TPPO telah melaporkan kasus ini secara resmi ke Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara.

Diketahui, Hartono Pajama berangkat ke luar negeri sekitar April 2025 melalui jalur nonprosedural.

Kasus ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian masyarakat terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi.

Keluarga berharap peristiwa yang menimpa almarhum tidak terulang pada keluarga lain, serta mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan jalur resmi dalam bekerja ke luar negeri.

BP3MI Sulut Dapat Banyak Aduan Terkait Kamboja dan Myanmar

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved