Korupsi Dana Bencana Gunung Ruang
Demo di Tagulandang, Ini Sejumlah Tuntutan Warga
Sejumlah warga Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, menggelar aksi demo di Kantor Camat Tagulandang, Kamis (5/3/2026).
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Yeshinta Sumampouw
Ringkasan Berita:
- Sejumlah warga Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, menggelar aksi demo di Kantor Camat Tagulandang, Kamis (5/3/2026).
- Mereka menuntut penyelesaian bantuan korban erupsi Gunung Ruang.
- Warga juga menuntut pencairan sisa 10 persen dana stimulan perbaikan dan pembangunan rumah yang belum diterima.
TRIBUNMANADO.CO.ID – Sejumlah warga Tagulandang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Tagulandang, Kelurahan Bahoi, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Kamis (5/3/2026).
Massa tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WITA dan diterima Camat Tagulandang Eka Bawole, Kapolsek, serta Danramil setempat.
Aksi tersebut berakhir sekitar pukul 12.30 WITA.
Unjuk rasa yang dipimpin koordinator lapangan Non Mantau alias Ci Neng itu diwarnai pembentangan spanduk dan baliho berisi tuntutan kepada pemerintah daerah.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah kecamatan terkait tuntutan para demonstran.
Tuntutan Warga
Dalam aksi tersebut, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) segera menuntaskan penyaluran dana siap pakai berupa stimulan perbaikan dan pembangunan rumah bagi korban erupsi Gunung Ruang.
Tokoh masyarakat Tagulandang, Ivon Bawotong, mengatakan tuntutan utama warga adalah pencairan sisa 10 persen dana stimulan yang hingga kini belum diterima seluruh korban.
“Kami menuntut Pemerintah Kabupaten dan BPBD Sitaro segera memproses pencairan sisa 10 persen hak korban bencana. Setidaknya bulan Maret ini sudah harus tuntas,” ujar Ivon.
Selain itu, warga juga menyoroti ratusan kepala keluarga yang belum menerima bantuan sama sekali.
Menurut Ivon, sedikitnya 240 kepala keluarga belum mendapatkan dana meski terdampak erupsi.
“Ini juga harus menjadi perhatian. Ada 240 KK yang belum sama sekali menerima bantuan, padahal mereka juga korban erupsi,” tegasnya.
Sementara itu, melalui pernyataan di akun Facebook Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro dan akun Facebook Bupati Sitaro pada 28 Februari 2026, disebutkan sekitar 200 kepala keluarga belum masuk dalam data penerima bantuan dan masih dalam proses verifikasi lebih lanjut.
Warga berharap pemerintah daerah segera menuntaskan persoalan data dan realisasi anggaran agar seluruh korban terdampak erupsi Gunung Ruang dapat menerima haknya secara adil dan tepat waktu.
Penjelasan Bupati
Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit, sebelumnya juga angkat bicara terkait pemanggilannya oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) dalam kasus penanganan bantuan erupsi Gunung Ruang.
| Jawaban Kejati Sulut Soal Peluang Bertambahnya Tersangka Korupsi Dana Stimulan Bencana Gunung Ruang |
|
|---|
| Kejati Sulut Dalami Pihak Lain di Kasus Dana Gunung Ruang, Dilakukan Secara Transparan |
|
|---|
| Peran Joickson Sagune Dalam Kasus Korupsi Dana Stimulasi Korban Bencana Gunung Ruang, Dibeber Kejati |
|
|---|
| Breaking News: Kepala BPBD Sitaro Joickson Sagune Ditahan Kejati Sulut |
|
|---|
| Kajati Sulut Beri Kode Tersangka Korupsi Stimulan Korban Bencana Gunung Ruang Sitaro Bisa Bertambah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Demo-di-Tagulandang-Maret-2026.jpg)