Breaking News
Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gunung Karangetang

Aktivitas Terkini Gunung Karangetang di Sitaro Masih Level II Waspada, Belum Stabil

Untuk aktivitas Gunung Karangetang pada level II waspada. Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu

Tayang:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
TRIBUN MANADO/ALPEN MARTINUS
GUNUNG: Gunung Karangetang di Siau Sitaro, Sulawesi Utara. Masih pada Level II Waspada. 

Ringkasan Berita:1.Warga Siau di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) tetap diminta untuk waspada terhadap aktivitas gunung api Karangetang.
 
2.Berdasarkan pemantauan periode 20-01-2026 00:00-24:00 WITA, terjadi beberapa aktivitas kegempaan.
 
3.Untuk aktivitas Gunung Karangetang pada level II waspada.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Siau di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) tetap diminta untuk waspada terhadap aktivitas gunung api Karangetang.

Pos pemantau gunung Karangetang pun terus memberikan informasi setiap hari.

Jarak antara Manado Ibukota Sulawesi Utara ke Siau Sitaro sekitar 159 kilometer. 

Baca juga: PLN UP3 Tahuna dan DPC Serikat Pekerja Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sitaro

Saat ini bisa diakses menggunakan kapal laut dan pesawat.

Berdasarkan pemantauan periode 20-01-2026 00:00-24:00 WITA, terjadi beberapa aktivitas kegempaan.

Pemantauan dilakukan Vieko Kristianse Rompas, A.Md.

Secara visual gunung kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Untuk kegempaan terjadi hembusan enam kali amplitudo : 20-50 mm, durasi : 20-33 detik.

Tektonik jauh dua kali dengan amplitudo : 50 mm, S-P : 10-20 detik, durasi : 41-1200 detik.

Untuk aktivitas Gunung Karangetang pada level II waspada.

Untuk itu direkomendasikan Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat Daya dan Selatan sejauh 2.5 km. 

Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama kesektor selatan, tenggara, barat dan barat daya. 

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak G. Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Tentang Sitaro

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved