Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gunung Karangetang

Gunung Karangetang Kembali Keluarkan Sinar Api, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada

Pada malam hari, melalui pemantauan CCTV, kedua puncak gunung tampak mengeluarkan sinar api setinggi sekitar 10 hingga 20 meter.

Tayang:
Tribun Manado/PVMBG
WASPADA - Aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Sitaro, Sulut, masih berada pada Level II atau Waspada. Berdasarkan laporan aktivitas gunung api periode pengamatan Minggu 10 Mei 2026 pukul 00.00 WITA hingga 24.00 WITA, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi. 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas Gunung Karangetang masih berada pada Level II atau Waspada
  • Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi
  • Pada malam hari, melalui pemantauan CCTV, kedua puncak gunung tampak mengeluarkan sinar api setinggi sekitar 10 hingga 20 meter

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut), masih berada pada Level II atau Waspada.

Berdasarkan laporan aktivitas gunung api periode pengamatan Minggu 10 Mei 2026 pukul 00.00 WITA hingga 24.00 WITA, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi.

Dalam laporan resmi MAGMA-VAR yang dikeluarkan Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang, cuaca di sekitar gunung terpantau cerah, berawan, mendung hingga hujan.

Angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat dengan suhu udara berkisar 20,5 hingga 24 derajat Celsius.

Secara visual, Gunung Karangetang terlihat jelas dengan kabut 0-I hingga 0-II.

Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal teramati mencapai ketinggian sekitar 10 hingga 700 meter di atas puncak kawah.

Selain itu, asap dari kawah utara juga terlihat berwarna putih tebal dengan tinggi kurang lebih 10 sampai 700 meter.

Pada malam hari, melalui pemantauan CCTV, kedua puncak gunung tampak mengeluarkan sinar api setinggi sekitar 10 hingga 20 meter.

Dari hasil pemantauan kegempaan, tercatat terjadi tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 hingga 15 mm dan durasi 20 sampai 41 detik.

Selain itu, terjadi delapan kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 2 hingga 7 mm.

Petugas pengamatan juga mencatat satu kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 4 mm dan durasi 16 detik.

Sementara gempa tektonik jauh tercatat sebanyak lima kali dengan amplitudo 10 hingga 40 mm.

Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang, Vieko Kristianse Rompas, A.Md mengatakan masyarakat diminta untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan rekomendasi yang telah dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di zona bahaya yang telah direkomendasikan. Aktivitas Gunung Karangetang masih berada pada Level II  Waspada sehingga masyarakat harus tetap meningkatkan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa potensi guguran lava maupun awan panas masih dapat terjadi sewaktu-waktu karena material lava di puncak gunung belum stabil.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved