Sabtu, 13 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Bumi di Sulut

Pasca Gempa, Warga Matutuang Sangihe Masih Trauma dan Tak Berani Tidur di Rumah yang Rusak

Dampak gempa guncang wilayah Kecamatan Marore masih dirasakan warga Kampung Matutuang.

Tayang:
Tribun Manado/Eduard Joanly Tahulending
TRAUMA - Dampak gempa yang mengguncang wilayah Kecamatan Marore masih dirasakan warga Kampung Matutuang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Sejumlah warga mengaku masih diliputi rasa takut dan trauma, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa. 

Ringkasan Berita:
  • Dampak gempa guncang wilayah Kecamatan Marore masih dirasakan warga Kampung Matutuang
  • Warga mengaku masih diliputi rasa takut dan trauma
  • Terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE - Dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Kecamatan Marore masih dirasakan warga Kampung Matutuang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Sejumlah warga mengaku masih diliputi rasa takut dan trauma, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.

Salah satunya adalah Armelin Suku (31), warga Matutuang, yang hingga kini belum berani kembali tidur di rumahnya karena khawatir akan terjadi gempa susulan.

Dalam wawancara dengan Tribun Manado, Jumat (12/6/2026), Armelin mengaku kepanikan langsung menyelimuti dirinya saat gempa terjadi.

"Pertama tentunya panik. Panik dicampur rasa takut karena memang sangat kuat itu gempa. Makanya sampai saat ini masih terasa takut, trauma, dan tidak bisa tidur di dalam rumah karena rumah sudah hancur," ungkapnya.

Saat ini, Armelin memilih mengungsi dan bermalam di rumah kerabatnya demi alasan keamanan.

"Kalau sekarang saya tidur di rumah ipar karena tidak bisa tidur di sini, masih takut," katanya.

Terkait bantuan bagi warga terdampak, Armelin mengaku hingga saat ini dirinya belum menerima bantuan kebutuhan pokok.

"Kalau untuk saat ini belum ada bantuan," ujarnya.

Meski demikian, Armelin menyambut baik kedatangan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, serta jajaran Forkopimda yang melakukan kunjungan ke wilayah terdampak gempa.

Ia berharap kehadiran pemerintah daerah dapat memberikan perhatian sekaligus membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.

"Harapannya bisa sedikit meringankan beban yang kami alami, terlebih supaya bisa melihat bagaimana kondisi yang kami alami karena dampak dari gempa yang telah terjadi," tuturnya.

Kunjungan pemerintah daerah tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi warga serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa di wilayah kepulauan terluar Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Jarak Kecamatan Marore ke Tahuna, ibu kota Sangihe sekitar 170 kilometer atau setara dengan 77 mil laut.

Transportasi menggunakan kapal cepat membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam perjalanan.

Sementara akses menggunakan kapal penumpang umum/perintis waktu tempuh sekitar 17 jam hingga 2 hari, tergantung kondisi cuaca dan gelombang laut selama pelayaran.

(TribunManado.co.id/Edu)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved