Gempa Bumi di Sulut
Pascagempa Magnitudo 7.7, Warga Matutuang Sangihe Berharap Bantuan Perbaikan Rumah dari Pemerintah
Hartati Ondoalumang (duduk depan), warga Kampung Matutuang, Kecamatan Marore, Sangihe, berharap dapat bantuan dari pemerintah.
Penulis: Eduard Joanly Tahulending | Editor: Frandi Piring
Ringkasan Berita:
- Hartati Ondoalumang (duduk depan), warga Kampung Matutuang, Kecamatan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), merasakan dampak gempa magnitudo 7,7.
- Hartati berharap dapat bantuan dari pemerintah.
- Hartati menjelaskan, dampak gempa menyebabkan kerusakan yang bervariasi pada rumah warga. Ada rumah yang mengalami kerusakan berat, sementara lainnya mengalami kerusakan ringan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - SANGIHE - Warga Kampung Matutuang, Kecamatan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), masih berupaya bangkit setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut dan menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Salah satu warga terdampak, Hartati Ondoalumang (41), mengaku suasana saat gempa terjadi dipenuhi kepanikan.
Warga berlarian menyelamatkan diri, termasuk menuju sekolah untuk memastikan kondisi anak-anak mereka.
Dalam wawancara dengan Tribun Manado, Jumat (12/6/2026), Hartati mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 08.00 WITA.
"Sementara ada di rumah. Lalu ada yang lari ke sekolah karena ada anak yang sedang berada di sekolah. Kejadiannya sekitar jam delapan," ujarnya.
Hartati menjelaskan, dampak gempa menyebabkan kerusakan yang bervariasi pada rumah warga. Ada rumah yang mengalami kerusakan berat, sementara lainnya mengalami kerusakan ringan.
"Ada rumah yang rusak parah, ada juga yang tidak terlalu parah," katanya.
Selama berada di lokasi pengungsian, menurut Hartati, warga telah menerima bantuan darurat dari sejumlah pihak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Ada bantuan. Ada orang dari pelabuhan yang kasih beras dan mi instan," ungkapnya.
Hartati juga menyambut baik kunjungan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang datang meninjau langsung kondisi masyarakat di Pulau Matutuang.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa.
"Yang saya sampaikan, tolong rumah-rumah yang rusak total dibantu untuk diperbaiki. Kami berharap ada bantuan agar rumah yang rusak bisa diperbaiki kembali," harapnya.
Kunjungan pemerintah daerah ke Pulau Matutuang dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga terdampak serta menyalurkan bantuan kemanusiaan pasca gempa yang mengguncang wilayah perbatasan tersebut.
Kampung Matutuang yang berada di wilayah Kecamatan Marore menjadi salah satu kampung yang terdampak gempa magnitudo 7,7 pada Senin (8/6) lalu.
Jarak Kecamatan Marore ke Tahuna, ibu kota Sangihe sekitar 170 kilometer atau setara dengan 77 mil laut.
Transportasi menggunakan kapal cepat membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam perjalanan. (Edu)
Baca juga: Oma Nida dan Keluarga Masih Tinggal di Tenda Sebab Rumah Rusak Saat Gempa di Sangihe, Harap Bantuan
| Gempa Baru Saja Terjadi di Sulawesi Utara Pagi Ini Jumat 12 Juni 2026, Berikut Info BMKG |
|
|---|
| Gempa Bumi di Sulawesi Utara Kamis 11 Juni 2026 Malam, Info BMKG Pusatnya Kedalaman 10 Km |
|
|---|
| Gempa Baru Saja Guncang di Sulawesi Utara Sore Ini Kamis 11 Juni 2026, Info BMKG Magnitudo 5,6 |
|
|---|
| Gempa Bumi Kembali Terjadi di Sangihe, BMKG: Berjarak 145 kilometer dari Tahuna |
|
|---|
| Gempa Baru Saja Terjadi di Sulawesi Utara Sore Ini Kamis 11 Juni 2026, Berita Info BMKG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Hartati-Ondoalumang-41-warga-Kampung-Matutuang-Kecamatan-Marore-Sangihe.jpg)