Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemetik Cengkih Meninggal

Pemetik Cengkih di Batunderang Sangihe Meninggal akibat Terjatuh dari Pohon Setinggi 13 Meter

Seorang pemetik cengkih di Kampung Batunderang, Kabupaten Sangihe, Sulut, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon, Rabu (10/6/2026) pagi.

Tayang:
Humas Polres Sangihe
MENINGGAL DUNIA - Korban Tahulending Malintoi (47) saat dibaringkan di bangku bambu depan rumah. Pihak kepolisian setempat datang melakukan penyelidikan. Diketahui, Tahulending merupakan petani cengkih di Kampung Batunderang, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari pohon saat memetik cengkih, Rabu (10/6/2026) pagi. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang petani cengkih di Kampung Batunderang, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari pohon saat memetik cengkih, Rabu (10/6/2026) pagi.
  • Korban diketahui bernama Tahulending Malintoi (47), warga Kampung Batunderang.
  • Peristiwa tragis yang menimpa almarhum Tahulending Malintoi terjadi sekitar pukul 07.30 Wita di kebun milik korban yang berada tidak jauh dari pemukiman warga.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - SANGIHE - Seorang petani cengkih di Kampung Batunderang, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari pohon saat memetik cengkih, Rabu (10/6/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Tahulending Malintoi (47), warga Kampung Batunderang.

Kampung Batunderang - Manganitu berjarak 62,4 kilometer ke Tahuna, ibu kota Sangihe.

Perjalanan via darat lewat Jalur Enemawira - Manalu - Tamako dengan waktu tempuh 2 jam.

Peristiwa tragis yang menimpa almarhum Tahulending Malintoi terjadi sekitar pukul 07.30 Wita di kebun milik korban yang berada tidak jauh dari pemukiman warga.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 06.30 Wita untuk memetik buah cengkih di kebunnya. Saat itu korban bekerja seorang diri.

Istri korban, Ahusta Manumpil, mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut.

Ia mengatakan saat peristiwa terjadi dirinya sedang dalam perjalanan menuju kebun untuk menyusul suaminya.

"Saya sementara menuju kebun bersama menantu, lalu mendapat kabar dari keluarga bahwa suami saya mengalami kecelakaan saat memetik cengkih," tuturnya.

Salah seorang saksi, Selbum Hamaaling, yang merupakan keponakan korban, mengatakan dirinya sempat melihat korban memanjat pohon cengkih sebelum kejadian.

"Sekitar pukul 07.30 Wita saya melihat om Tahulending sedang memetik cengkih di atas pohon. Saat itu saya bersama keluarga berada di dalam rumah dan sedang menonton televisi," ujarnya.

Tak lama kemudian, saksi mendengar suara benturan keras dari arah kebun yang berada tepat di depan rumahnya.

"Kami tiba-tiba mendengar suara sesuatu jatuh di atap tempat saya membuat perahu. Saat keluar rumah, kami melihat korban sudah berada di tanah dalam posisi tengkurap di bawah pohon cengkih," katanya.

Selbum bersama warga lainnya kemudian berusaha memberikan pertolongan kepada korban sambil memanggil keluarga dan masyarakat sekitar.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved