Pemetik Cengkih Meninggal
Pemetik Cengkih di Batunderang Sangihe Meninggal akibat Terjatuh dari Pohon Setinggi 13 Meter
Seorang pemetik cengkih di Kampung Batunderang, Kabupaten Sangihe, Sulut, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon, Rabu (10/6/2026) pagi.
Penulis: Eduard Joanly Tahulending | Editor: Frandi Piring
Sementara itu, saksi lainnya, Poster Lohonsili mengaku turut terkejut mendengar suara keras tersebut.
Menurutnya, pohon cengkih yang dipanjat korban memiliki tinggi sekitar 12 hingga 13 meter.
"Saya dan keluarga langsung keluar rumah setelah mendengar suara jatuh. Ketika kami lihat, korban sudah berada di bawah pohon. Saya kemudian berlari memanggil keluarga dan warga yang ada di sekitar lokasi," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, ditemukan dahan cengkih yang patah dan diduga menjadi tempat pijakan terakhir korban sebelum terjatuh ke tanah.
Istri korban, Ahusta Manumpil, mengatakan dirinya mendapat kabar musibah tersebut saat dalam perjalanan menuju kebun untuk menyusul suaminya.
Kapolsek Manganitu Selatan IPDA Harmen Kontu mengatakan, pihaknya segera mendatangi lokasi setelah menerima informasi kejadian dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
"Kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di sekitar tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan, peristiwa ini murni kecelakaan kerja, korban jatuh dari pohon cengkih saat melakukan aktivitas memetik hasil panen," jelasnya kepada Tribun Manado melalui WhatsApp.
Kapolsek menambahkan pihak kepolisian sempat menawarkan dilakukannya autopsi guna memastikan penyebab kematian korban.
Namun, keluarga menolak sehingga dibuatkan berita acara penolakan autopsi.
"Kami sudah menyampaikan kepada pihak keluarga terkait kemungkinan dilakukan autopsi, tetapi keluarga korban menolak sehingga dibuatkan berita acara penolakan autopsi sesuai prosedur," katanya.
Menyikapi kejadian tersebut, IPDA Harmen Kontu juga mengimbau masyarakat, khususnya para petani yang beraktivitas di kebun, agar lebih berhati-hati, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan. Kami mengingatkan warga untuk selalu waspada dan berhati-hati saat bekerja, terutama pada pekerjaan yang memiliki risiko tinggi, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," pungkasnya.
Peristiwa tersebut mengundang duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Kampung Batunderang.
Korban dikenal sebagai petani dan pekebun yang sehari-hari bekerja untuk menghidupi keluarganya.
Jenazah korban telah dievakuasi oleh warga dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan sebelum dimakamkan. (Edu)
Baca juga: Warga Sangihe Sulut Ditemukan Meninggal di Kebun, Diduga Jatuh dari Pohon Cengkih Setinggi 25 Meter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pemetik-cengkih-di-Kampung-Batunderang-Sangihe-meninggal-jatuh-dari-pohon.jpg)