Pemkab Sangihe
Dinkesda Sangihe Luncurkan Program SANTER-TB, Kader Kesehatan Dilibatkan Percepat Eliminasi TBC
Pemkab Sangihe melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) lewat Program SANTER-TB.
Penulis: Eduard Joanly Tahulending | Editor: Frandi Piring
Ringkasan Berita:
- Pemkab Sangihe melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan meluncurkan Program SANTER-TB (Sistem Akselerasi Nusantara Tangguh Eliminasi Tuberkulosis).
- Puluhan kader kesehatan dari berbagai kelurahan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
- Masing-masing kelurahan mengutus dua kader yang nantinya bertugas mendampingi pasien.
TRIBUNMANADO.CO.ID - SANGIHE - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan meluncurkan Program SANTER-TB (Sistem Akselerasi Nusantara Tangguh Eliminasi Tuberkulosis).
Program tersebut mulai dijalankan melalui pelatihan kader kesehatan dan sosialisasi yang dilaksanakan di tiga kecamatan percontohan, yakni Tahuna, Tahuna Timur, dan Tahuna Barat, Jumat (5/6/2026).
Puluhan kader kesehatan dari berbagai kelurahan ikut pelatihan dan nantinya akan dilibatkan dalam program tersebut.
Masing-masing kelurahan mengutus dua kader yang nantinya bertugas mendampingi pasien, memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga membantu petugas kesehatan menemukan kasus TBC secara aktif di lingkungan masing-masing.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, ME, mengatakan program ini menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030.
"Kita harus bergerak lebih aktif. Tidak cukup hanya menunggu pasien datang berobat. Penemuan kasus, skrining, dan investigasi kontak harus dilakukan secara masif agar penularan dapat ditekan," kata Handry.
Ia menjelaskan, TBC masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia.
Karena itu, lanjut dia, penanganannya membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas, termasuk para kader kesehatan yang berada di garis depan pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Menurut Handry, salah satu persoalan yang masih sering ditemui adalah pasien yang menghentikan pengobatan sebelum tuntas.
Selain itu, masih ada anggota keluarga maupun kontak erat pasien yang belum bersedia menjalani pemeriksaan kesehatan.
"Ketika satu kasus ditemukan, maka orang-orang yang memiliki kontak erat harus diperiksa. Langkah ini penting untuk memutus rantai penularan dan menemukan kasus sejak dini," ujarnya.
Melalui SANTER-TB, kader kesehatan akan berperan mulai dari edukasi, skrining, investigasi kontak, pendampingan pengobatan, hingga membantu proses rehabilitasi sosial pasien setelah dinyatakan sembuh.
Selain mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat, program ini juga memanfaatkan teknologi digital.
Pasien dapat memanfaatkan sistem pemantauan pengobatan elektronik melalui fitur Electronic Directly Observed Treatment (e-DOT) yang memungkinkan petugas memantau kepatuhan minum obat secara daring.
| Bupati Sangihe Michael Thungari Tekankan Pentingnya Legalitas Keluarga saat Hadiri Nikah Massal |
|
|---|
| Bupati Sangihe Terima Kunjungan Laksma TNI Endra Hartono, Bersinergi untuk Kesejahteraan Nelayan |
|
|---|
| Bupati Michael Thungari Lantik Johanis Pilat Sebagai Pj Sekda Sangihe |
|
|---|
| Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Sangihe Ajak ASN Perkuat Integritas dan Kesejahteraan Rakyat |
|
|---|
| Bupati Sangihe Michael Thungari Apresiasi Kunjungan City Manager Kemah Texas AS, Dorong Kerja Sama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Pemkab-Sangihe-melalui-Dinkesda-terus-memperkuat-upaya-penanggulangan-Tuberkulosis.jpg)