Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Tokoh

Masih Ingat Aprilio Manganang Kowad TNI yang Ternyata Laki-laki? Begini Kabarnya Sekarang

Aprilio dulunya bernama Aprilia Manganang dan juga merupakan atlet voli Timnas Putri Indonesia.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Kolase Instagram
SOSOK - Kolase foto Aprilio Manganang. Dulu dikenal sebagai prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) TNI dan atlet voli putri nasional, Aprilio Perkasa Manganang sempat mengejutkan publik setelah terungkap bahwa dirinya sebenarnya berjenis kelamin laki-laki akibat kondisi medis sejak lahir. 

Ringkasan Berita:
  • Masih ingat Aprilio Manganang?
  • Dulunya dikenal sebagai Kowad TNI dan pemain voli, begini kabarnya sekarang 
  • Aprilio sekarang masih berkecimpung di dunia olahraga voli namun bukan sebagai atlet.

TRIBUNMANADO.CO.ID,SANGIHE - Masih ingat Aprilio Manganang atau Aprilio Perkasa Manganang?

Dulu dikenal sebagai prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) TNI dan atlet voli putri nasional, Aprilio Perkasa Manganang sempat mengejutkan publik setelah terungkap bahwa dirinya sebenarnya berjenis kelamin laki-laki akibat kondisi medis sejak lahir.

Kini, setelah melewati berbagai proses, ia menjalani hidup barunya sebagai pria dan memilih fokus menjadi pelatih voli, aktif membina atlet muda serta membangun generasi olahraga dari daerah asalnya di Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut).

Lahir di Sangihe pada 27 April 1992, pria yang akrab disapa Prilio ini memiliki rekam jejak gemilang di dunia voli.

Ia pernah mempersembahkan medali perak pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, serta medali perunggu pada SEA Games 2013 dan 2015.

Tak hanya di level internasional, prestasinya di ajang Proliga juga menonjol dengan raihan gelar juara pada musim 2015, 2016, 2017, dan 2019.

Ia juga mengoleksi penghargaan individu seperti Most Valuable Player (MVP) Proliga 2016, 2017, dan 2019, serta MVP Thai-Denmark Super League 2019 di Thailand.

Kini di usia 33 tahun, Aprilio memilih terjun ke dunia kepelatihan.

Ia aktif membina atlet muda melalui Akademi MPB yang telah memiliki lebih dari 130 atlet.

Baginya, berbagi pengalaman dan membentuk mental serta disiplin generasi muda menjadi tujuan utama.

Meski begitu, ia mengakui tantangan dalam membagi waktu antara pekerjaan utama dan aktivitas melatih.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkontribusi selama memiliki waktu luang.

Bersama rekannya Armansyah, Aprilio juga memiliki harapan besar agar atlet-atlet muda dari Sangihe bisa menembus klub-klub besar di luar daerah, bahkan hingga ke level profesional seperti Proliga.

Ia menilai keterbatasan akses selama ini menjadi kendala utama yang harus diatasi.

“Harapan saya ada anak-anak dari Sangihe yang bisa mengikuti jejak saya, bergabung dengan klub besar, dan meraih mimpi mereka,” ujarnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved