Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mutiara Ramadan

Hari Kedelapanbelas Ramadan 1447 H : Kedermawanan 

Secara literal futuwwah berarti dermawan, mirip dengan kemurahan hati.

Tayang:
Kolase
CERAMAH - Ceramah Menteri Agama RI, Prof DR Nasaruddin Umar MA. Hari Kedelapanbelas Ramadan 1447 H : Kedermawanan. 

Ringkasan Berita:
  • Futuwwah juga berarti mensucikan, bermurah hati, dan memenuhi janji. 
  • Futuwwah juga berarti engkau melakukan sesuatu yang baik beserta ahlinya dan yang bukan ahlinya. Jika dia bukan ahlinya, maka jadilah engkau ahlinya.
  • Futuwwah adalah seorang pemuda yang punya musuh sebagai akibat tangguhnya kepada sebuah prinsip. 

Oleh: 
Prof DR Nasaruddin Umar MA
Menteri Agama RI

SALAH satu target kita di dalam menjalankan amaliah Ramadan ialah tertanamnya rasa keinginan terus menerus untuk mencintai dan sekaligus memraktekkan sikap kedermawanan (futuwwah). 

Secara literal futuwwah berarti dermawan, mirip dengan kemurahan hati. Futuwwah juga berarti mensucikan, bermurah hati, dan memenuhi janji. 

Ada juga yang mengatakan, futuwwah berarti engkau tidak melakukan sesuatu karena adanya kehormatan dan kedudukannya. 

Futuwwah juga berarti engkau melakukan sesuatu yang baik beserta ahlinya dan yang bukan ahlinya. Jika dia bukan ahlinya, maka jadilah engkau ahlinya.
 
Di kalangan ulama juga ada yang mengartikan futuwwah sebagai seorang hamba yang selalu peduli terhadap urusan orang lain. Inilah yang diisyaratkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. 

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong terhadap sesama saudaranya.” 

Dari segi ini futuwwah bisa juga berarti memaafkan kesalahan saudaranya dan menutupi segala aibnya. Inilah derajat futuwwah yang paling rendah. 

Futuwwah juga bisa berati engkau menganggap dirimu tidak lebih utama dari pada orang lain dan dengan demikian futuwwah juga berarti engkau melayani dan tidak dilayani. 

Secara sederhana  futuwwah juga bisa berarti berakhlak baik. Futuwwah mengutamakan sesama makhluk, tidak hanya terbatas pada manusia tetapi juga makhluk lain termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan, bahkan benda mati, karena bagi mereka dalam kamus Tuhan tidak ada benda mati, semua beribadah dan bertasbih kepada Tuhan. 

Para dermawan dalam kategori ini menganggap harta yang diberikan untuk kepentingan orang lain yang lebih butuh atau untuk kepentingan akhirat, lebih besar maknanya ketimbang harta yang disimpan untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga.
 
Al-Junaid mengatakan, futuwwah adalah menahan diri dari segala yang menyakiti orang lain dan memberi makanan kepada orang lain.  

Ada juga yang mengatakan futuwwah adalah mengikuti sunnah. Ada juga yang mengatakan, futuwwah adalah menampakkan kenikmatan dan menyembunyikan cobaan. 

Ahamd bin Hambal mengatakan, futuwwah meninggalkan apa yang engkau inginkan demi yang engkau takuti. 

Futuwwah adalah seorang pemuda yang punya musuh sebagai akibat tangguhnya kepada sebuah prinsip. 

Ada juga yang mengatakan, futuwwah adalah seorang pemuda yang menghancurkan berhala besar, yaitu nafsunya sendiri. 

Hal ini diambil dari firman Allah dalam Alquran: Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim. (QS. Al-Anbiya’/21: 60). 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved