Mutiara Ramadan
Hari Kedelapanbelas Ramadan 1447 H : Kedermawanan
Secara literal futuwwah berarti dermawan, mirip dengan kemurahan hati.
Ada yang mengatakan, sumber futuwwah adalah keimanan. Oleh karena itu, Allah menamai Ashab al-Kahf dengan “fityah” ketika mereka beriman kepada Tuhan mereka.
Hal ini ditegaskan dalam al-Qur’an: Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya.
Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. (Q.S. Al-Kahf/18:13).
Ada juga yang mengatakan, sesungguhnya mereka dinamakan “fityah”, karena mereka beriman kepada Allah tanpa perantara. Al-Junaid mengatakan, futuwwah dapat ditemukan di Syam, kefasihan bahasa di Irak, dan kejujuran di Khurasan.
Kemudian, ketahuilah bahwa kebebasan itu lebih mulia dari pada kejujuran, dan futuwwah lebih utama lagi dari pada keduanya (kebebasan dan kejujuran). Dan muru’ah merupakan bagian dari futuwwah.
Kedermawanan manifestasi dari iman. Kedermawanan juga merupakan bagian dari kepribadian bangsa dengan berbagai bentuk aktualisasinya, seperti gotong royong, kesalehan sosial, silaturrahim, bakti sosial, saweran, amal jariyah, dan lain-lain.
Kedermawanan sosial salah satu inti ajaran agama Islam, dan di dalam Alquran muncul sebuah surah khusus, yaitu surah Al-Ma'un.
Kedermawanan inilah yang menjadi melting pot antara kesalehan individu dan kesalehan social dan orang inilah yang disebut sebagai mushlih di dalam Alquran. (*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Thread Tribun Manado, Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Ceramah-Menteri-Agama-RI-Prof-DR-Nasaruddin-Umar-MA-Kedermawanan.jpg)