Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mutiara Ramadan

Hari Kesebelas Ramadan 1447 H : Sahabat Spiritual

Sahabat spiritual dirasakan keberadaanya di dalam harti. Mereka mungkin agak berbeda dengan sahabat-sahabat fragmatis.

Tayang:
Tribun Manado
MUTIARA RAMADAN - Hari Kesebelas Ramadan 1447 H : Sahabat Spiritual. Oleh Menteri Agama RI, Prof DR Nasaruddin Umar MA. Foto : Suasana di Masjid Al Mujahidin Tomohon, Sulut, Sabtu (28/2/2026) malam.  

Ringkasan Berita:
  • Orang yang tidak memiliki sahabat spiritual dikhawatirkan hidupnya akan menjadi kering, gersang, dan menghabiskan umurnya tanpa mencapai apa yang diharapkan. 
  • Persahabatan spiritual merupakan prasyarat untuk lahirnya sebuah masyarakat yang santun dan terhormat. 
  • Sahabat spiritual selalu mendampingi kita. 

 

Oleh:

Prof DR Nasaruddin Umar MA
Menteri Agama RI

SALAH satu tanda jika Allah SWT mencintai hambanya ia mengutus kepadanya sabahat
spiritual (al-shuhbah). 

Dalam ilmu tasawuf, al-shuhbah sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Orang yang tidak memiliki sahabat spiritual dikhawatirkan hidupnya akan menjadi kering, gersang, dan menghabiskan umurnya tanpa mencapai apa yang diharapkan. 

Sahabat spiritual dirasakan keberadaanya di dalam hati. Mereka mungkin agak berbeda dengan sahabat-sahabat fragmatis kita di lingkungan kerja dan paguyuban lainnya. 

Persahabatan spiritual merupakan prasyarat untuk lahirnya sebuah masyarakat yang santun dan terhormat. 

Jika sahabat spiritual hilang di dalam masyarakat maka berkah dalam kehidupan bermasyarakat itu pun akan hilang.

Sesungguhnya sahabat spiritual tidak mesti orang yang luar biasa, yang seolah mampu menebak rahasia masa lalu dab masa depan kita, tetapi orang-orang biasa yang petunjuknya senantiasa mengalir di dalam diri kita. 

Mereka bukan orang yang membukakan pintu, tetapi menghilangkan tabir antara diri kita dan dirinya. 

Mereka bukan orang yang menuntun kita
dengan ucapan ttp mengalirkan fibrasi dan energi spiritual.

Mereka mengeluarkan kita dari hawa nafsu dan memasukkan ke hadirat Allah SWT. 

Mereka selalu membersihkan cermin batin kita
sehingga tampak jelas cahaya Tuhan.

Mereka membangkitkan harapan dan optimisme sehingga kita tidak putus asa dengan kasih Tuhan. 

Mereka selalu berjalan menemani kita sehingga kita sampai kepada-Nya. Terkadang kita lebih merindukannya ketimbang sahabat-sahabat bisnis kita sendiri. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved