Mutiara Ramadan
Hari Kesebelas Ramadan 1447 H : Sahabat Spiritual
Sahabat spiritual dirasakan keberadaanya di dalam harti. Mereka mungkin agak berbeda dengan sahabat-sahabat fragmatis.
Mereka sudah seperti keluarga dekat sendiri. Bahkan tidak mustahil melebihi anggota
keluarga biologis kita.
Gambaran persahabatan spiritual ialah adanya sosok figur yang dengan ikhlas
mengeluarkan kita dari belenggu hawa nafsu dan memasukkanmu ke hadirat Allah SWT.
Mereka selalu membersihkan cermin batin kita sehingga tampak jelas cahaya Tuhan.
Mereka selalu membangkitkan harapan dan optimisme sehingga kita tidak putus asa dengan kasih Tuhan.
Mereka selalu selalu berjalan bersama kita sehingga kita sampai kepada-Nya. Sebaik-baik sahabat spiritual ialah mereka yang mampu menanam dan menumbuh suburkan rasa cinta kita kepada Tuhan.
Kita tidak boleh menilai penampilan fisik sahabat spiritual. Mungkin secara
materi atau penampilan fisik agak kurang tetapi keberadaannya sangat kita perlukan.
Kita tidak boleh memandang enteng orang-orang yang tidak terkenal sebab boleh jadi dia amat terkenal di langit.
Sahabat spiritual adalah utusan Tuhan untuk menyadarkan diri kita yang mengarah ke jalan yang sesat. Sesungguhnya panggilan Tuhan untuk kita muncul melalui mulut sahabat spiritual kita.
Sahabat spiritual selalu mendampingi kita, baik ketika kita jatuh ke lembah kehinaan dosa maupun ketika kita di puncak maqam spiritual.
Jika Tuhan mencintai seseorang maka Ia akan memperkenalkan kita dengan seorang sahaabat spiritual.
Nasehat tokoh-tokoh spiritual:
“Jika kalian berjumpa dengan sahabat spiritual yang cocok denganmu maka bergurulah dan hormatilah”.
Demikian nasehat Ibn ‘Athaillah dalam kitab monumentalnya, Al-Hikam.
Lebih lanjut iala menasehatkan kepada kita bahwa:
“Jangan karena tidak munculnya tanda-tanda
kesalehan di wajah seseorang lantas membuatmu tidak respek terhadapnya”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Hari-Kesebelas-Ramadan-1447-H-Sahabat-Spiritual.jpg)