Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info BMKG

Baru Saja Terjadi Gempa Bumi di Bone Bolango Gorontalo Pagi Ini, Senin 8 Juni 2026

Terjadi gempa bumi di wilayah Bone Bolango, Gorontalo pada Senin pagi, 8 Juni 2026. Gempa berkekuatan Magnitudo 2,7

Tayang:
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Akun X BMKG
GEMPA BUMI - Terjadi gempa bumi di wilayah Bone Bolango, Gorontalo pada Senin pagi, 8 Juni 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan melalui akun X BMKG, bahwa gempa berkekuatan Magnitudo 2,7 tersebut terjadi pada pukul 04:49:57 WIB. 

Ringkasan Berita:
  • Terjadi gempa bumi di wilayah Bone Bolango, Gorontalo pada Senin pagi, 8 Juni 2026.
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan melalui akun X BMKG, bahwa gempa berkekuatan Magnitudo 2,7 tersebut terjadi pada pukul 04:49:57 WIB.
  • Getaran gempa terletak pada koordinat 0,35 Lintang Utara (LU) dan 123,19 Bujur Timur (BT).

 

TRIBUNMANADO.CO.ID — Terjadi gempa bumi di wilayah Bone Bolango, Gorontalo pada Senin pagi, 8 Juni 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan melalui akun X BMKG, bahwa gempa berkekuatan Magnitudo 2,7 tersebut terjadi pada pukul 04:49:57 WIB.

Getaran gempa terletak pada koordinat 0,35 Lintang Utara (LU) dan 123,19 Bujur Timur (BT).

Pusat gempa ini berada pada jarak sekitar 21 kilometer arah Tenggara Bone Bolango, Gorontalo.

Kedalaman gempa berada di 15 kilometer di bawah permukaan laut.

BMKG menekankan bahwa data yang dibagikan ini mengandalkan kecepatan. 

"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," terang BMKG dalam akun X BMKG.

Catatan:

Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah. 

Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.

Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.

Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.

Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.

BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved