Breaking News
Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Produk Ilegal Ditarik BPOM

Daftar 10 Produk Suplemen Kesehatan Ilegal Berbahaya yang Ditemukan BPOM dan Dilarang Edar

Daftar 10 Produk Suplemen Kesehatan ilegal dan berbahaya yang dilarang edar oleh BPOM per tahun 2026.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Dok. BPOM/Grafis Tribun Manado
PRODUK ILEGAL - Sebanyak 10 produk suplemen kesehatan ilegal dan berbahaya bagi kesehatan telah dilarang edar oleh BPOM per tahun 2026. Produk Mulittea Omega+DHA Kids Gummies, Glutacid, Pinky Pelangsing, Vimax Capsule hingga Biyode L Glutathione  Vitamins Gummies. 

Ringkasan Berita:
  • Ada 10 produk suplemen kesehatan ilegal dan berbahaya yang ditemukan BPOM serta dilarang edar per tahun 2026.
  • Produk-produk tersebut telah beredar tanpa izin serta terbukti mengandung BKO yang berbahaya bagi kesehatan.
  • Salah satu produk, yakni Pinky Pelangsing yang mengandung sibutramin dan Vimax Capsule mengandung tadalafil.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sepuluh produk suplemen kesehatan ditarik peredarannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Produk-produk tersebut telah beredar tanpa izin serta terbukti mengandung BKO yang berbahaya bagi kesehatan.

“Sepanjang tahun 2025, BPOM melakukan patroli siber di marketplace dan menemukan ribuan akun dan 197.725  tautan penjualan obat dan makanan ilegal/tidak sesuai dengan ketentuan,” papar Kepala BPOM Taruna Ikrar pada akhir Januari 2026 lalu, dikutip dari lamam pom.go.id, siaran pers: Nomor HM 01.2.1.03.26.135 Tanggal 4 Maret 2026 - Tentang: "Top 10 Produk Obat dan Makanan Ilegal/Berbahaya yang Beredar di Marketplace Sepanjang Tahun 2025".

Selain suplemen kesehatan, produk Obat bahan alam (OBA), olahan pangan/makanan, serta obat kuasi ditemukan BPOM.

Taruna Ikrar menyebut, tautan terbanyak adalah penjualan kosmetik ilegal yang mencapai 73.722 tautan. 

OBA termasuk obat kuasi (39.386 tautan), obat (35.984 tautan), dan pangan olahan (32.684 tautan).

Sementara penjualan suplemen makanan mencapai 15.949 tautan. 

Potensi nilai ekonomi pencegahan peredaran obat dan makanan ilegal ini mencapai Rp49,82 triliun.

Langkah ini berhasil melindungi 6,95 juta masyarakat Indonesia dari bahaya produk ilegal/tidak sesuai dengan ketentuan.

BPOM pun berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Indonesia E-Commerce Association (idEA) untuk melakukan takedown/penurunan tautan penjualan dari akun-akun tersebut sebagai langkah tindak lanjut.

Jumlah keseluruhan produk ini mencapai 34,8 juta, baik produk dalam negeri maupun yang berasal dari berbagai negara lain seperti Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Tailan, dan Malaysia.

“Dari ribuan akun yang telah di-takedown, BPOM mengidentifikasi dan menginventarisasi top 10 produk obat, obat tradisional, obat kuasi, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan ilegal/mengandung bahan berbahaya yang beredar di marketplace. Jumlah produknya sangat besar, mencapai 11,1 juta produk,” sebut Taruna Ikrar di Jakarta (20/2/2026).

“Produk OBA ilegal/mengandung bahan kimia obat (BKO) merupakan komoditas terbanyak kedua yang ditemukan di penjualan online yang mencapai 2 juta produk berasal dari Indonesia dan Tiongkok,” lanjut Taruna Ikrar. 

Top 10 OBA ilegal ini di antaranya Ramuan China Buah Merah Papua dan Zudaifu yang paling banyak dijual di Kabupaten Cilacap dan Jakarta Barat.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved