Breaking News
Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pidato Prabowo di PBB

Serukan Perdamaian di Markas PPB, Pidato Prabowo soal Gaza: Mengakhiri Perang Harus Jadi Prioritas

Berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Prabowo menyoroti soal bencana kemanusiaan

Editor: Glendi Manengal
Tribunnews.com/Taufik Ismail
KEMERDEKAAN PALESTINA - Presiden Prabowo Subianto Hadiri KTT untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada Senin, (22/9/2025). (Sekretariat Presiden). Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, selain menyuarakan pengakuan negara Palestina di KTT PBB, masih ada yang bisa dilakukan Prabowo untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Di antaranya dengan melakukan Shuttle Diplomacy. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Prabowo menyoroti soal bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina.

KTT tersebut merupakan acara tingkat tinggi yang mempertemukan para pemimpin dunia untuk membentuk konsensus internasional baru tentang cara kita mewujudkan masa kini yang lebih baik dan menjaga masa depan.

Presiden Prabowo Subianto berpidato di Markas PPB di New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2025) pagi waktu setempat atau Senin (22/9/2025) malam waktu Indonesia.

Dia mengungkapkan konflik tersebut mengakibatkan ribuan warga sipil harus tewas. Prabowo pun mengutuk atas terjadinya konflik di Gaza tersebut.

"Bencana kemanusiaan yang mengerikan ini terjadi di depan mata kita. Kami mengecam semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa," katanya, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa.

Kendati demikian, Prabowo menegaskan Indonesia tidak hanya memperjuangkan kemerdekaan bagi Palestina imbas digempur Israel selama lebih dari dua tahun.

Namun, dia mengungkapkan Indonesia juga bakal mengakui eksistensi Israel sebagai negara jika Israel turut mengakui kemerdekaan Palestina.

"Kita harus menjamin status kenegaraan Palestina. Namun, Indonesia juga siap menyatakan ketika Israel mengakui kemerdekaan dan status kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Israel, dan kami akan mendukung seluruh jaminan atas keamanan Israel," tegas Prabowo yang disambut tepuk tangan peserta KTT PBB.

Dia pun mendesak agar pemimpin-pemimpin dunia saat ini turut melakukan apa yang menjadi isi dari Deklarasi New York tersebut demi tercapainya kedamaian antara Palestina dan Israel.

"Deklarasi New York telah menyediakan jalur damai dan adil untuk tercapainya perdamaian. Kemerdekaan harus berarti perdamaian. Pengakuan harus berarti peluang nyata untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan."

"Perdamaian itu harus nyata bagi semua pihak, bagi semua negara. Kami mendesak negara-negara pemimpin dunia untuk mengambil prinsip ini," tegas Prabowo.

Prabowo pun mengapresiasi langkah beberapa negara seperti Prancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal yang telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Dia mengungkapkan negara tersebut telah melakukan langkah yang benar dan akan dicatat dalam sejarah dunia.

"Pengakuan terhadap negara Palestina adalah sisi yang benar dalam sejarah. Bagi mereka yang belum bertindak, kami katakan sejarah tidak berhenti," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo pun menegaskan Indonesia turut mengakui Palestina sebagai sebuah negara berdaulat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved