Sabtu, 13 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Anggota Brimob Ditikam

Kronologi Lengkap dan Identitas 4 Anggota Brimob yang Ditikam di Labuan Bajo Usai Acara Syukuran

Untuk mengusut kasus tersebut, Propam Polda NTT dan POM AD membentuk tim gabungan guna melakukan penyelidikan secara transparan.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Dok. Istimewa/Tribun Banten.com
PENIKAMAN - Kasus penikaman terhadap empat anggota Brimob di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mulai menemui titik terang. Insiden yang terjadi usai acara syukuran pada Kamis (11/6/2026) dini hari itu diduga dipicu kesalahpahaman dan melibatkan oknum anggota TNI AD. Untuk mengusut kasus tersebut, Propam Polda NTT dan POM AD membentuk tim gabungan guna melakukan penyelidikan secara transparan. 

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat perbedaan laporan awal mengenai jumlah korban luka tusuk.

Namun, informasi terbaru memastikan empat personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT menjadi korban penikaman serius dan telah menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Labuan Bajo.

Berikut adalah identitas para personel Brimob yang menjadi korban:

  1. Bripda Rizky Muli Emi (Bripda RME)
  2. Bripda Fadhel Akbar (Bripda FIA/FA/PR)
  3. Bharada Bernadus Boli Koten (Bharada BBK)
  4. Bharada Gilbert Nathanael Lay (Bharada GNL)

Selain korban luka tusuk di atas, AKP Antonio Cortareal menyebutkan ada juga anggota yang mengalami luka lecet, seperti Bripda RDJ.

"Ditikam orang tak dikenal. Korban ada tiga yang luka, dua orang lecet. Kondisinya lumayan serius. Setelah tikam, ketiga terduga pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan anggota Brimob kami langsung larikan ke RS Siloam," jelas Antonio. Ia menambahkan bahwa para korban telah mendapatkan penanganan operasi medis yang diperlukan.

Dandim Buka Suara Terkait Dugaan Oknum TNI AD

Terduga pelaku penikaman ini diduga kuat merupakan oknum berseragam yang bertugas di Komando Distrik Militer (Kodim) 1630/Manggarai Barat (sebelumnya disebut Kodim 1612).

Komandan Kodim (Dandim) Manggarai Barat, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Budiman Manurung, tidak membantah informasi mengenai dugaan keterlibatan anggotanya tersebut.

Kendati demikian, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut secara internal.

"Sementara dari Kodim Manggarai Barat masih melaksanakan pendalaman dan pengambilan keterangan," ujar Letkol Inf Budiman Manurung singkat, Kamis (11/6/2026).

Budiman menegaskan pihaknya berkomitmen memberikan informasi yang transparan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan.

"Besok akan kita klarifikasi bila sudah dapat keterangan yang akurat. Biar tidak simpang siur informasinya," tambahnya.

Respons Cepat, Bentuk Tim Gabungan Propam dan POM AD

Menanggapi insiden ini, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono segera melakukan koordinasi intensif.

Pimpinan tertinggi TNI-Polri di wilayah NTT ini sepakat untuk mengedepankan pendekatan profesional, objektif, dan transparan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa peristiwa penikaman ini murni karena kesalahpahaman spontan di lapangan dan tidak mencerminkan hubungan kedua institusi secara keseluruhan.

"Kapolda NTT dan Pangdam IX/Udayana, serta Danrem memiliki komitmen yang sama bahwa kejadian ini merupakan kesalahpahaman yang bersifat spontan. Hubungan persaudaraan, kekompakan, dan sinergisitas TNI-Polri tetap terjaga dengan sangat baik," kata Henry dalam keterangannya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved