Breaking News
Minggu, 7 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Forum Ekonomi

Hadiri Forum Ekonomi, Ini Pesan Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar

Nasaruddin juga menegaskan bahwa konsep halal harus dipahami sebagai bagian dari sebuah ekosistem yang utuh

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Istimewa/Tidak Ada
FORUM: Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat hadiri Forum Ekonomi Regional Jawa 2026, di Auditorium UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis 4 Juni 2026. Diskusi dengan tema Penguatan Ekosistem Halal untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan. 

“Jadi, apa yang sebetulnya dikonsumsi masyarakat pastikan bahwa sumbernya halal, prosesnya halal, dan endingnya juga halal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan ekosistem halal tidak hanya berkaitan dengan sertifikasi produk atau sektor keuangan syariah, tetapi juga melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga media.

Khofifah juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA) sebagai bagian dari penguatan rantai pasok produk halal.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan ekonomi syariah membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memaparkan perkembangan capaian Jawa Timur dalam ajang Adinata Syariah.

Pada 2022 Jawa Timur memperoleh tiga kategori penghargaan, meningkat menjadi enam kategori pada 2023, delapan kategori pada 2024, dan sepuluh kategori pada 2025.

“Apa yang kami lakukan adalah bagian dari pengalaman yang kami coba lakukan di Jawa Timur dengan berbagai ikhtiar, sinergi, kolaborasi, pengembangan-pengembangan yang kami lakukan. Mudah-mudahan manfaat barokah,” pungkasnya.

Kesiapan Menuju Wajib Halal Oktober 2026 Jadi Sorotan

Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 juga mengangkat pembahasan mengenai kesiapan Indonesia menghadapi implementasi kebijakan wajib halal pada Oktober 2026.

Diskusi panel menghadirkan berbagai perspektif dari dunia usaha, akademisi, lembaga edukasi halal, hingga sektor keuangan syariah.

Director of Commerce, Corp Strategy, IT & Ops Support PT Ethos Kreatif Indonesia, Andik Duana Putra, membahas tantangan dan peluang yang dihadapi pelaku usaha dalam menghadapi implementasi wajib halal.

Sementara itu, Managing Director Yayasan Edukasi Halal Indonesia (YEHI), Roy Renwarin, menyoroti pentingnya penguatan literasi dan edukasi halal yang berkelanjutan agar masyarakat dan pelaku usaha semakin memahami pentingnya ekosistem halal secara menyeluruh.

Ketua Halal Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Imelda Fajriati, M.Si., menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia, literasi halal, serta riset dan inovasi.

Dari sektor keuangan syariah, Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Yogyakarta, Muhamad Syafiudin, menjelaskan pentingnya dukungan pembiayaan, peningkatan literasi keuangan syariah, serta digitalisasi dalam memperkuat ekosistem halal nasional.

HALAL TALK 2026 Diluncurkan sebagai Program Edukasi Berkelanjutan

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved