Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info BMKG

Dua Siklon Tropis Muncul Bersamaan, BMKG Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem di Banyak Wilayah

Untuk pertama kalinya di akhir November 2025, dua siklon tropis Koto dan Senyar tumbuh hampir bersamaan

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Tribunnews.com/BMKG
SIKLON - Gambar Ex Siklon Tropis Senyar dan Siklon Tropis Koto di wilayah Indonesia. Prakirawan TCWC Jakarta BMKG, Fakhrul Alam, mengungkapkan bahwa Siklon Tropis Koto terbentuk dari bibit 92W dan kini bergerak aktif, sementara Siklon Tropis Senyar ikut memperkuat sistem cuaca yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Siklon Tropis Koto dan Siklon Tropis Senyar berkembang hampir bersamaan dan memengaruhi cuaca Indonesia dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
  • Koto telah masuk kategori 3 dengan angin hingga 139 km/jam dan menjauh dari Indonesia, sementara Senyar melemah menjadi Ex-Siklon tetapi masih memicu cuaca ekstrem di Aceh, Sumut, Sumbar, dan Riau.
  • Hujan sangat lebat hingga ekstrem, angin kencang, serta gelombang setinggi 1,25–4 meter.
  • BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia kembali dibayangi potensi cuaca ekstrem.

Untuk pertama kalinya di akhir November 2025, dua siklon tropis Koto dan Senyar tumbuh hampir bersamaan dan langsung memengaruhi pola cuaca di sejumlah wilayah tanah air.

Prakirawan TCWC Jakarta BMKG, Fakhrul Alam, mengungkapkan bahwa Siklon Tropis Koto terbentuk dari bibit 92W dan kini bergerak aktif, sementara Siklon Tropis Senyar ikut memperkuat sistem cuaca yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi.

Baca juga: Dapur MBG Gunakan AI dan Sistem Masak Massal, Pastikan Ribuan Porsi Makanan Siswa Aman & Higenis

“Siklon Tropis Koto merupakan siklon tropis yang berkembang dari bibit Siklon Tropis 92W yang mulai tumbuh di Laut Filipina pada 23 November 2025 pukul 07.00 WIB,” kata Fakhrul saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/11/2025).

Bibit tersebut mencapai intensitas siklon tropis pada Selasa (25/11/2025) pukul 19.00 WIB di wilayah Laut Sulu.

Sementara itu, Siklon Tropis Senyar berasal dari perkembangan bibit Siklon Tropis 95B di Selat Malaka.

“Sistem ini mulai berkembang sejak 21 November 2025 dan mencapai status siklon tropis pada 26 November 2025 di perairan Aceh Timur,” ujar Fakhrul.

Lantas, apa saja dampak kedua siklon tropis tersebut bagi cuaca Indonesia?

Siklon Tropis Koto masuki kategori 3

Fakhrul mengatakan, per Jumat (27/11/2025), Siklon Tropis Koto telah memasuki kategori tiga.

“Pada 27 November 2025 pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis Koto berada di Laut Cina Selatan pada 13.2 Lintang Utara dan 114.2 Bujur Timur, atau sekitar 1.160 km di utara–barat laut Tarakan,” jelasnya.

Siklon ini bergerak ke arah barat dengan kecepatan 4 knots (7 km/jam) dan semakin menjauhi wilayah Indonesia.

“Kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Koto kini mencapai 75 knots (139 km/jam) dengan tekanan minimum 965 hPa,” tambahnya.

Ex-Siklon Tropis Senyar melemah

Sementara itu, Siklon Tropis Senyar berada dalam fase Ex-Siklon Tropis Senyar, yakni Siklon Tropis Senyar yang telah melemah dan intensitasnya menurun.

"Pada 27 November 2025 pukul 13.00 WIB, pusat Ex-Senyar berada di timur Sumatera Utara, bergerak perlahan ke arah timur dengan kekuatan angin yang terus melemah, dan diperkirakan akan bertransisi ke kategori sistem bertekanan rendah dalam 24 jam ke depan," jelas Fakhrul.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved