Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan Polisi di Lombok

Sosok Amaq Saiun, Ayah Briptu Rizka yang Terlibat Pembunuhan Brigadir Esco, Awalnya Sempat Akting

Polisi mengungkapkan bahwa Amaq Saiun berperan menyembunyikan jenazah Brigadir Esco di pekarangan rumah. 

Editor: Indry Panigoro
Kolase Tribun Manado/Tribun Lombok
BUNUH SUAMI - Kolase gambar memperlihatkan Saihun, (kiri) Brigadir Esco Faska Rely (tengah),bersama sang istri Briptu Rizka Sintiani (kanan). Polisi mengungkapkan bahwa Amaq Saiun berperan menyembunyikan jenazah Brigadir Esco di pekarangan rumah.  

Ringkasan Berita:
  • Kasus pembunuhan Brigadir Esco menghebohkan publik.
  • Korban yang seorang polisi dibunuh istrinya yang juga seorang polisi.
  • Dalam kasus ini ayah mertua korban ternyata ikut terlibat.
 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini adalah sosok Amaq Saiun.

Pria berusia 50 tahun itu kini sedang jadi perbincangan publik usai ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan menantunya, Brigadir Esco.

Amaq Saiun merupakan warga Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Ayah Briptu Rizka itu diduga terlibat dalam kematian Brigadir Esco,

Brigadir Esco adalah anggota Polsek Sekotong itu ditemukan tewas mengenaskan dengan leher terjerat tali di belakang rumahnya di Lombok Barat pada 24 Agustus lalu.

Kantor Brigadir Esco berada di Jalan Raya Sekotong, Sekotong Tengah, Kecamatan. Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kematian Brigadir Esco viral karena ia ternyata dibunuh oleh istrinya yang juga merupakan seorang polisi, Briptu Rizka.

Brigadir Polisi Satu adalah Bintara tingkat dua di Kepolisian Republik Indonesia.

Sebelum tahun 2001, pangkat ini disebut Sersan Satu atau Sertu, sama dengan pangkat yang setara di militer. Tanda kepangkatan yang dipakai adalah dua buah segitiga bersusun dan berwarna perak.

Polwan adalah singkatan dari Polisi Wanita, yaitu satuan polisi khusus yang beranggotakan perempuan dan bertugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum, dengan peran unik dalam penanganan kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak-anak.

Oknum polwan tersebut ternyata tak sendiri, ada orang yang membantu dirinya untuk menyembunyikan jasad Brigadir Esco.

Brigadir adalah pangkat dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang termasuk dalam golongan Bintara, yaitu tingkat tertinggi kedua di bawah Perwira dan di atas Tamtama.

Kini fakta baru dari kasus ini terungkap kalau Amaq Saiun terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Esco.

PENEMUAN MAYAT BRIGADIR ESCO - (Kanan) H Saihun, mertua dari alamarhum Brigadir Esco Faska Rely. Saihun bercerita awal mula menemukan menantunya tewas dengan kondisi terikat tali. Kini Briptu Rizka yang merupakan anaknya sekaligus istri Brigadir Esco jadi tersangka.
PENEMUAN MAYAT BRIGADIR ESCO - (Kanan) H Saihun, mertua dari alamarhum Brigadir Esco Faska Rely. Saihun bercerita awal mula menemukan menantunya tewas dengan kondisi terikat tali. Kini Briptu Rizka yang merupakan anaknya sekaligus istri Brigadir Esco jadi tersangka. (TribunLombok.com/Wawan Sugandika, Instagram)

Peran Amaq Saiun

Polisi mengungkapkan bahwa Amaq Saiun berperan menyembunyikan jenazah Brigadir Esco di pekarangan rumah. 

Saiun sendiri berusia 50 tahun merupakan warga Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Sumber: TribunMedan.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved