Pembunuhan Polisi di Lombok
Sosok Amaq Saiun, Ayah Briptu Rizka yang Terlibat Pembunuhan Brigadir Esco, Awalnya Sempat Akting
Polisi mengungkapkan bahwa Amaq Saiun berperan menyembunyikan jenazah Brigadir Esco di pekarangan rumah.
Ringkasan Berita:
- Kasus pembunuhan Brigadir Esco menghebohkan publik.
- Korban yang seorang polisi dibunuh istrinya yang juga seorang polisi.
- Dalam kasus ini ayah mertua korban ternyata ikut terlibat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini adalah sosok Amaq Saiun.
Pria berusia 50 tahun itu kini sedang jadi perbincangan publik usai ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan menantunya, Brigadir Esco.
Amaq Saiun merupakan warga Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ayah Briptu Rizka itu diduga terlibat dalam kematian Brigadir Esco,
Brigadir Esco adalah anggota Polsek Sekotong itu ditemukan tewas mengenaskan dengan leher terjerat tali di belakang rumahnya di Lombok Barat pada 24 Agustus lalu.
Kantor Brigadir Esco berada di Jalan Raya Sekotong, Sekotong Tengah, Kecamatan. Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kematian Brigadir Esco viral karena ia ternyata dibunuh oleh istrinya yang juga merupakan seorang polisi, Briptu Rizka.
Brigadir Polisi Satu adalah Bintara tingkat dua di Kepolisian Republik Indonesia.
Sebelum tahun 2001, pangkat ini disebut Sersan Satu atau Sertu, sama dengan pangkat yang setara di militer. Tanda kepangkatan yang dipakai adalah dua buah segitiga bersusun dan berwarna perak.
Polwan adalah singkatan dari Polisi Wanita, yaitu satuan polisi khusus yang beranggotakan perempuan dan bertugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum, dengan peran unik dalam penanganan kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak-anak.
Oknum polwan tersebut ternyata tak sendiri, ada orang yang membantu dirinya untuk menyembunyikan jasad Brigadir Esco.
Brigadir adalah pangkat dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang termasuk dalam golongan Bintara, yaitu tingkat tertinggi kedua di bawah Perwira dan di atas Tamtama.
Kini fakta baru dari kasus ini terungkap kalau Amaq Saiun terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Esco.
Peran Amaq Saiun
Polisi mengungkapkan bahwa Amaq Saiun berperan menyembunyikan jenazah Brigadir Esco di pekarangan rumah.
Saiun sendiri berusia 50 tahun merupakan warga Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
| Baru Terungkap Ayah, Ibu, Adik Briptu Rizka Terlibat Pembunuhan Brigadir Esco, Terancam Hukuman Mati |
|
|---|
| Akhirnya Terungkap Motif Briptu Rizka Bunuh Brigadir Esco, Korban Ditusuk Oknum Polwan di Bagian Ini |
|
|---|
| Baru Terungkap Ayah Briptu Rizka Ternyata Terlibat Pembunuhan Brigadir Esco, Terbongkar Apa Perannya |
|
|---|
| Akhirnya Terungkap Motif Pembunuhan Brigadir Esco, Istri dan Keluarganya Merekayasa Kematian Korban |
|
|---|
| Akhirnya Terungkap, Briptu Rizka Ternyata Pernah Tanya ke Bank Soal Utang Lunas Jika Suami Meninggal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Saihun-kiri-Brigadir-Esco-Faska-Rely-tengahbersama-sang-istri-Briptu-Rizka-Sintiani-kanan.jpg)