Pembunuhan Polisi di Lombok
Baru Terungkap Ayah Briptu Rizka Ternyata Terlibat Pembunuhan Brigadir Esco, Terbongkar Apa Perannya
Diketahui sosok Amaq Saiun jadi sorotan lantaran sempat berakting tak mengetahui kasus pembunuhan sang menantu Brigadir Esco.
Akibat tindakannya tersebut, Amaq Saiun bersama istri Nuraini serta anak lelaki Dani diancam dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman mati atau paling lama 15 tahun penjara.
Diketahui sosok Amaq Saiun jadi sorotan lantaran sempat berakting tak mengetahui kasus pembunuhan sang menantu Brigadir Esco.
Pasalnya, dialah sosok yang pertama kali menemukan jasad Brigadir Esco yang tergeletak di pekarangan rumahnya di Desa Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 24 Agustus 2025 lalu.
Ketika itu, Saiun mengaku menemukan jasad menantunya saat tengah mencari ayam peliharaannya yang hilang.
Ketika ditemukan, jasad Brigadir Esco dalam kondisi leher terjerat tali, muka rusak, badan membengkak, dan dikerumuni lalat.
“Awalnya saya nyari ayam, ayam ini sudah hilang satu hari. Saat saya cari ayam ini dan saya lihat tali dari jarak jauh, saya penasaran firasat saya mungkin ada bangkai, tau-tau bau amis-amis semakin mendekat dan saya temukan (Brigadir Esco),” ungkapnya.
Setelah itu, Saiun melaporkan penemuannya itu ke kepala dusun dan akhirnya diteruskan ke Polsek Lembar.
“Pas saya tahu saya menghubungi pak kepala dusun, terus diteruskan ke polisi,” ujarnya.
Bahkan, Saiun sempat meyakini bahwa menantunya itu tewas akibat bunuh diri.
Selain itu, dia sempat memberikan pengakuan bahwa Brigadir Esco dan Briptu Rizka tidak memiliki masalah rumah tangga.
“Korban ini baik, ndak ada musuhnya di sini, apalagi sama istrinya, ndak pernah saya lihat dia berkelahi, jadi kami di keluarga ini tidak percaya kalau dia meninggal bunuh diri,” ucap Saihun.
Motif Pembunuhan
Wakapolrs Lombok Barat, Kompol I Kadek Metria mengatakan kronologi pembunuhan berawal ketika Brigadir Esco tengah bertengkar dengan Bripka Rizka pada 19 Agustus 2025 lalu.
Berdasarkan hasil penyidikan, mereka bertengkar diduga karena dipicu masalah ekonomi.
"Diduga dipicu perselisihan berlatar ekonomi antara pelaku dan korban," jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (16/10/2025).
Metria mengatakan saat cekcok terjadi, Bripka Rizka lalu melakukan pemukulan ke arah kepala belakang Brigadir Esco.
| Baru Terungkap Ayah, Ibu, Adik Briptu Rizka Terlibat Pembunuhan Brigadir Esco, Terancam Hukuman Mati |
|
|---|
| Sosok Amaq Saiun, Ayah Briptu Rizka yang Terlibat Pembunuhan Brigadir Esco, Awalnya Sempat Akting |
|
|---|
| Akhirnya Terungkap Motif Briptu Rizka Bunuh Brigadir Esco, Korban Ditusuk Oknum Polwan di Bagian Ini |
|
|---|
| Akhirnya Terungkap Motif Pembunuhan Brigadir Esco, Istri dan Keluarganya Merekayasa Kematian Korban |
|
|---|
| Akhirnya Terungkap, Briptu Rizka Ternyata Pernah Tanya ke Bank Soal Utang Lunas Jika Suami Meninggal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kanan-H-Saihun-mertua-dari-alamarhum-Brigadir-Esco-Faska-Rely-Saihun.jpg)