Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasional

Truk Bernopol Aceh Dirazia Bobby Nasution, Gubernur Aceh Beri Tanggapan

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, pun merespons hal tersebut. Ia meminta masyarakat Aceh tetap tenang dan tidak terpancing.

Tayang:
Editor: Isvara Savitri
kolase serambinews/humas pemrov aceh
TOLAK KOMPROMI - Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Sumut Bobby Nasution. Mualem memberikan keterangan terkait razia truk bernopol Aceh. 

TRIBUNMANADO.COM - Beberapa waktu lalu, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, merazia truk bernomor polisi Aceh di perbatasan Aceh-Sumut.

Hal itu viral di media sosial hingga menuai sorotan banyak pihak.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, pun merespons hal tersebut.

Ia meminta masyarakat Aceh tetap tenang dan tidak terpancing.

Hal itu dumumkan pada forum Pendapat Akhir Gubernur Aceh terhadap Rancangan Qanun Perubahan APBA Tahun Anggaran 2025 di ruang Serbaguna DPRA, Senin (29/9/2025) sore.

“Hana peu peduli tat, tanyoe tenang mantong, hana ta kira pih. Ta kira nyan angin berlalu, kicauan burung, yang merugikan dia sendiri (Tidak perlu ditanggapi, kita tenang saja, tidak kita anggap pun. Kita anggap itu angin berlalu, kicauan burung, yang rugi dia sendiri),” ucap Mualem, dilansir SerambiNews.com.

Namun, ia tetap mengingatkan agar masyarakat Aceh tetap waspada jika muncul kebijakan yang merugikan.

“Tapi tanyoe ta wanti-wanti chit. Menyoe ka di peubloe, ta bloe. Menyeu ka gatai ta garoe (Tapi harus kita wanti-wanti juga. Kalau sudah dijual, kita beli. Kalau gatal ya kita garuk),” tegas Mualem.

Pernyataan itu mengandung filosofi lokal, yaitu Aceh tidak akan memulai konflik, tetapi tidak akan tinggal diam jika haknya diganggu.

Sikap tersebut, mencerminkan prinsip kehormatan dan kedaulatan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh.

Mualem menegaskan, masyarakat Aceh tidak perlu terpancing emosi atau melakukan tindakan balasan yang tidak produktif.

Klarifikasi Bobby Nasution

Diwartakan Tribun-Medan.com, Bobby Nasution telah menanggapi video penyetopan mobil truk berpelat Aceh di Langkat yang viral di media sosial.

Bobby Nasution Kemungkinan Diusung PDIP Maju Pilkada Sumut 2024
Bobby Nasution Kemungkinan Diusung PDIP Maju Pilkada Sumut 2024 (Tribun Medan)

Menurutnya, kegiatan penyetopan mobil truk tersebut merupakan bentuk sosialisasi tentang kewajiban menggunakan pelat Sumut bagi perusahaan yang berdomisili di Sumut pada tahun 2026 mendatang.

Ia menyebut, kegiatan pemberhentian mobil truk ini juga sudah diterapkan di beberapa provinsi seperti Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.

"Ini aturan sudah banyak dilakukan, bukan hanya di Sumut. Di daerah tetangga kita yang paling dekat, Riau sudah melaksanakan ini. Sama juga ada di Jawa Barat, Kalbar, Kalteng. Pak Gubernur juga sudah melakukan. Nah, di kita kenapa heboh," terangnya setelah Rapat Paripurna di DPRD Sumut, Senin.

Ia menjelaskan, kendaraan yang dihentikan bukan hanya pelat Aceh saja, melainkan juga beberapa mobil lainnya. Hanya saja, tidak divideokan secara keseluruhan.

"Nah, ini bukan hanya pelat BL. Kebetulan yang kemarin lewat itu hanya pelat BL ini. Nah, ini kita sosialisasikan, kita mendata. Kan tadi saya sampaikan ini dilakukan tahun 2026," ujarnya.

Suami Kahiyang Ayu itu juga menceritakan kronologi kejadian pada saat penyetopan mobil berpelat Aceh di Langkat.

"Jadi begini, beberapa hari lalu, kita sedang mengecek jalan yang amblas di arah Tangkahan. Ketika di sana, ada tiga kendaraan yang ditegur," ungkapnya.

Ia menyatakan, kendaraan pertama diberhentikan karena tonasenya melebihi kapasitas.

"Itu sudah bisa dilihat secara fisik dari muatan truknya. Ini milik PTPN. Yang kedua juga sama, muatan berlebih, tetapi ini mengangkut sawit di perusahaan swasta." 

"Yang ketiga, tonase juga berlebih, ketika dilihat pelatnya itu pelat luar. Makanya itu kita sosialisasikan secara langsung, sama seperti yang dilakukan Bapak Gubernur Riau," ucapnya.

Bobby Nasution membantah bahwa kegiatan itu dilakukan dalam bentuk razia.

"Tidak ada. Resmi sosialisasi. Tidak ada melakukan penilangan. Kalau mau razia, ngapain jauh-jauh. Di Medan ini juga banyak pelat BL, kok, sering ketemu juga, tetapi tidak ada pemberhentian," tuturnya.

Bobby mengatakan, tak ada larangan warga di luar daerah hendak melintas di Sumut.

"Kalau melintas, silakan. Kalau pelatnya BL atau pelat BM yang melintas di Sumut, selagi perusahaannya berdomisili di daerah masing-masing, silakan," ucapnya.

Alasan di Balik Sosialisasi: Pajak Kendaraan

Bobby juga meminta bupati dan wali kota di Sumut untuk mendata perusahaan yang beroperasi dan berdomisili di wilayahnya.

"Jadi, kita minta tolong didata yang domisilinya di Sumut, beroperasi di Sumut, tetapi menggunakan kendaraan operasionalnya di luar Pelat BK. Ini tolong disosialisasikan untuk mengganti pelatnya menjadi Pelat BK. Kenapa? Karena pajak kendaraannya enggak masuk," ucapnya.

Ia berujar, penyetopan tersebut, dilakukan di jalan provinsi, tetapi memang untuk aturan (penggunaan pelat BK) belum diresmikan. Nanti akan diresmikan tahun 2026.

"Itu jalan provinsi, peraturannya belum diresmikan. Nanti tahun 2026 peraturannya akan diterapkan," tuturnya.

Baca juga: Ini 7 Makanan yang Bisa Jadi Pemicu Asam Urat

Baca juga: Chord Lagu Kapan Nikah? - Wizz Baker feat Toton Caribo, Vicky Salamor dan Jacson Zeran

Bobby mengakui bahwa peraturan penggunaan pelat BK belum dibuat dan masih dalam kajian Bapenda.

"Karena Bapenda minta support melalui UPT dan kepala daerah, khusus bupati ataupun wali kota yang punya industri, yang punya pelatnya di luar pelat BK, pengoperasiannya di Sumut, tolong diganti." 

"Tapi kalau hanya melintas, silakan. Di sini juga banyak kendaraan roda empat, roda dua yang memang digunakan nonomersial untuk keperluan pribadi, silakan saja," jelasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bobby Nasution Razia Truk Pelat Aceh, Begini Respons Gubernur Aceh Mualem.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved