Wajib Tahu
Daftar Hewan Endemik Indonesia yang Terancam Punah, Dari Harimau Sumatera hingga Pesut Mahakam
Para ahli mengingatkan, hilangnya satu spesies bukan sekadar berkurangnya keanekaragaman hayati, melainkan keseimbangan alam.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini simak daftar hewan endemik Indonesia yang terancam punah.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia.
Namun di balik kekayaan itu, banyak hewan endemik yang kini berada di ambang kepunahan.
Baca juga: Chemistry Kompak Hearts2Hearts di Iklan Shopee 9.9 Super Shopping Day Bikin Penonton Meleleh!
Dari hutan Sumatera hingga perairan Kalimantan, satwa-satwa langka ini berjuang melawan ancaman perburuan, perdagangan ilegal, hingga rusaknya habitat alami.
Harimau Sumatera yang gagah, Badak Jawa yang legendaris, hingga Jalak Bali yang elok, semuanya menghadapi nasib serupa: jumlah populasi yang kian menipis.
Tak hanya satwa darat, ancaman juga menghantui hewan air, seperti Pesut Mahakam, lumba-lumba air tawar yang kini tersisa kurang dari 80 individu di Sungai Mahakam.
Sementara itu, Komodo reptil purba yang menjadi ikon dunia—pun ikut tertekan oleh perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Para ahli mengingatkan, hilangnya satu spesies bukan sekadar berkurangnya keanekaragaman hayati, melainkan juga hilangnya bagian penting dari keseimbangan alam.
Upaya konservasi, penegakan hukum terhadap perburuan liar, serta pelestarian hutan dan laut menjadi kunci agar satwa-satwa kebanggaan Nusantara ini tidak hanya tinggal cerita.
Lantas hewan endemik Indonesia apa saja yang terancam punah?
Daftar Hewan Endemik Terancam Punah
Berikut adalah beberapa contoh hewan endemik Indonesia yang menghadapi ancaman kepunahan:
Harimau Sumatera
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/photo/ori/2022/04/20/12805e46-f9d7-44af-8325-f090adf537f9.jpeg)
Salah satu spesies harimau yang tersisa di Indonesia dan sangat terancam karena perburuan dan hilangnya habitat.
Harimau sumatra adalah populasi Panthera tigris sondaica yang mendiami pulau Sumatra, Indonesia dan satu-satunya anggota subspesies harimau sunda yang masih bertahan hidup hingga saat ini.
Ia termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN.
Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di Pegunungan Bukit Barisan jama sejarah taman-taman nasional di Sumatra jaman pra-sejarah.
Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.
Badak jawa

Salah satu spesies paling langka di dunia, dengan populasi sangat kecil yang hanya ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon.
Badak jawa (Rhinoceros sondaicus), dikenal juga sebagai badak sunda atau badak bercula satu kecil, adalah anggota terancam kritis dari genus Rhinoceros, dari keluarga badak, Rhinocerotidae, dan salah satu dari lima spesies badak yang masih ada di kawasan Asia Selatan dan Afrika.
Badak jawa adalah salah satu spesies badak terkecil, bersama dengan Badak sumatra, atau badak "berbulu".
Mereka secara superficial mirip dengan Badak india, karena memiliki lipatan kulit pelindung yang menyerupai pelindung "berlapis baja", tetapi sedikit lebih kecil, dengan panjang rata-rata 31–32 m (102–105 ft) dan tinggi 14–17 m (46–56 ft). Spesimen terberat memiliki bobot sekitar 2.300 kg/2,3 ton (2,54 ton pendek), mirip dengan badak hitam.
Namun, berbeda dengan cula panjang dan berpotensi mematikan dari badak hitam atau badak putih di Afrika, cula tunggal spesies Jawa (hanya ada pada jantan) biasanya lebih pendek dari 25 cm (9,8 in).
Orangutan Sumatera

Spesies terlangka dari tiga spesies orangutan di Indonesia, terancam karena hilangnya habitat hutan tropis.
Orang utan sumatra (Pongo abelii) adalah spesies orang utan terlangka.
Orang utan sumatra hidup dan endemik di Sumatra, sebuah pulau yang terletak di Indonesia.
Tubuh mereka lebih kecil daripada orang utan kalimantan.
Berat bayi orangutan mencapai sekitar 0,5 kilogram pada saat lahir.
Betina dewasa mampu memiliki tinggi badan hingga 1,3 meter, dengan berat tubuh sampai 45 kg.
Sedangkan orangutan jantan mampu mencapai tinggi sampai 1,8 meter dan berat badan 120 kg.
Elang Jawa

Burung pemangsa yang terancam punah akibat hilangnya habitat dan perburuan.
Elang jawa (Nisaetus bartelsi) adalah salah satu spesies elang berukuran sedang dari keluarga Accipitridae dan genus Nisaetus yang endemik di Pulau Jawa.
Satwa ini dianggap identik dengan makhluk mithologi hindu-budha yang populer di India, yaitu Garuda.
Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.
Jalak Bali

Burung endemik Bali yang terancam punah akibat perburuan dan perdagangan satwa liar.
Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25 cm, dari suku Sturnidae. Ia turut dikenali sebagai Curik Ketimbang Jalak.
Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali dan merupakan hewan endemik Indonesia.
Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali.
Komodo

Reptil terbesar di dunia yang menghadapi ancaman serius dari perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Komodo atau lengkapnya biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies biawak besar yang terdapat di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Hewan ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.
Nama lain dari komodo adalah buaya darat, walaupun komodo bukanlah spesies buaya.
Bekantan
:quality(80)/https://kompas.id/wp-content/uploads/2020/10/SBI_Bekantan-Pulau-Curiak-2_1603094207.jpg)
Bekantan, kahau, kera belanda atau monyet belanda (Nasalis larvatus) adalah jenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna hitam kemerahan.
Bekantan merupakan hewan endemik pulau Kalimantan yang tersebar di hutan, rawa dan hutan pantai.
Ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lain adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan.
Kampung Wisata Bekantan dijadikans sebagai tempat wisata edukasi
Primata endemik Kalimantan yang terancam punah karena perusakan habitat.
Anoa Gunung
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/02/02/74e5f47e-2984-4a9d-b490-6613d884dda3_jpg.jpg)
Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) atau anoa quarle, adalah salah satu dari dua jenis spesies anoa yang hidup di Indonesia.
Kerabat terdekatnya adalah anoa dataran rendah, tetapi masih diperdebatkan apakah kedua spesies tersebut adalah spesies yang sama atau bukan.
Mamalia endemik Indonesia yang juga terancam punah.
Gajah Sumatera

Gajah sumatera (bahasa Latin: Elephas maximus sumatranus) adalah subspesies dari gajah asia yang hanya berhabitat di Pulau Sumatra.
Gajah sumatera berpostur lebih kecil daripada subspesies gajah india.
Populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam.
Sekitar 2000 sampai 2700 ekor gajah sumatra yang tersisa di alam liar berdasarkan survei pada tahun 2000.
Sebanyak 65 persen populasi gajah sumatera lenyap akibat dibunuh manusia, dan 30 % kemungkinan dibunuh dengan cara diracuni oleh manusia. Sekitar 83 % habitat gajah sumatera telah menjadi wilayah perkebunan akibat perambahan yang agresif.
Terancam oleh perburuan dan hilangnya habitat.
Lumba-lumba Mahakam/Pesut

Pesut mahakam (Orcaella brevirostris) adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang berstatus terancam punah.
Pesut ini dinamakan pesut mahakam karena banyak ditemukan di perairan Sungai Mahakam, tetapi kalangan peneliti barat lebih mengenal hewan ini dengan nama Irrawaddy Dolphin.
Pesut memiliki populasi global sebanyak 6000 ekor, berdasarkan data tahun 2018 populasi hewan ini tinggal 80 ekor saja di perairan sungai-sungai di Kalimantan dan menempati urutan tertinggi dari daftar satwa Indonesia yang terancam punah.
Namun populasi hewan ini justru mengalami peningkatan di Kamboja.
Hewan ini dibedakan dari sepupunya Pesut Australia menurut bentuk tengkorak dan siripnya.
Mamalia air tawar yang hanya hidup di Sungai Mahakam, Kalimantan, dengan populasi kurang dari 80 individu.
Penyebab Ancaman Kepunahan
Hewan-hewan ini terancam punah karena berbagai faktor, antara lain:
Kehilangan Habitat: Deforestasi untuk perkebunan, pertambangan, dan pembangunan manusia mengurangi area tinggal dan sumber makanan satwa.
Perburuan dan Perdagangan Ilegal: Banyak hewan diburu untuk diambil bulu, kulit, atau dijadikan hewan peliharaan, seperti Jalak Bali dan Cendrawasih.
Polusi dan Degradasi Lingkungan: Polusi dari industri dan penangkapan ikan yang berlebihan dapat merusak ekosistem air dan mengurangi pasokan makanan.
Perubahan Iklim: Mengubah habitat alami dan mengancam keberlangsungan hidup banyak spesies.
-
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
Wajib tahu
hewan endemik
Hewan Endemik Indonesia
Hewan Endemik terancam punah
Pesut Mahakam
harimau sumatera
| Ikan Sapu-sapu Jadi Ancaman, Apakah Berbahaya bagi Ekosistem hingga Berisiko bagi Kesehatan Manusia? |
|
|---|
| Daftar 7 Gunung yang Punya Jalur Trakking Paling Ekstrem di Indonesia, Bali jadi Lokasi Terbanyak |
|
|---|
| Tanpa KTP Bisa Bayar Pajak Kendaraan, Apakah Termasuk 5 Tahunan? |
|
|---|
| Ini Daftar Daerah dengan Penduduk Terbanyak dan Tersedikit di Indonesia |
|
|---|
| Data Terbaru Dukcapil: Populasi Indonesia Tembus 288 Juta, 55 Persen Penduduk Tinggal di Pulau Jawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Daftar-Hewan-Endemik-Indonesia-yang-Terancam-Punah-Dari-Harimau-Sumatera-hingga-Pesut-Mahakam.jpg)