Jumat, 5 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minahasa Tenggara Sulut

Kesal Ditegur, Sekelompok Pemuda Diduga Mabuk di Mitra Lakukan Penyerangan dengan Panah Wayer

Suasana tenang di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, berubah menjadi mencekam setelah aksi penyerangan brutal terjadi di kafe.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Dok. Polres Mitra
POLISI - Kasat Reskrim Polres Mitra AKP Lutfi Arinugra Pratama. Tegur orang mabuk, Pendeta di Mitra malah dikejar dengan sajam polisi lakukan penyelidikan. 

Ringkasan Berita:
  • Suasana tenang di Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara, berubah menjadi mencekam setelah aksi penyerangan brutal terjadi di sebuah kafe setempat pada Selasa, 7 April 2026.
  • Insiden berdarah ini diduga kuat dipicu oleh pengaruh alkohol dan kekesalan sekelompok orang yang tak terima ditegur warga.
  • Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula saat masyarakat sekitar merasa terganggu dengan ulah para pelaku di lokasi yang disinyalir kerap menjadi tempat praktik prostitusi tersebut.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Suasana tenang di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), berubah setelah aksi penyerangan terjadi di sebuah kafe setempat pada Selasa, 7 April 2026. 

Insiden ini diduga kuat dipicu oleh pengaruh alkohol dan kekesalan sekelompok orang yang tak terima ditegur warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula saat masyarakat sekitar merasa terganggu dengan ulah para pelaku di lokasi yang disinyalir kerap menjadi tempat praktik prostitusi tersebut.

Warga mencoba menegur mereka agar menjaga ketertiban, namun respons para pelaku justru berujung tindakan kriminal.

Seorang pelaku yang emosi dilaporkan sempat meninggalkan lokasi untuk memanggil rekan-rekannya.

Tak lama kemudian, gerombolan tersebut kembali dengan membawa berbagai jenis senjata tajam untuk menyerang warga secara membabi buta.

"Mereka databg bawa cakram dan panah wayer. Kemudian mencoba menyerang kami," ujar salah satu saksi warga yang berada di lokasi kejadian, Selasa (7/4/2026).

Aksi anarkis ini hampir memakan korban jiwa.

Salah satu sosok yang menjadi sasaran utama adalah Pendeta Ev Hendra M.

Ia dikejar oleh sekitar empat orang pria bersenjata tajam.

Demi menyelamatkan nyawa, sang pendeta terpaksa menggendong anak perempuannya yang sedang ketakutan dan melarikan diri ke area rawa-rawa untuk bersembunyi dari kejaran pelaku.

Merespons kejadian ini, aparat kepolisian bergerak cepat.

Kasat Reskrim Polres Mitra, AKP Lutfi Arinugra Pratama, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman intensif atas kasus penyerangan ini.

"Kita masih melakukan penyelidikan untuk kasus ini," tegas AKP Lutfi.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved