Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkab Minut

Visi Bupati Minut Joune Ganda setelah Menangi Pilkada: Jaga dan Bangun Kembali Kepercayaan Publik

Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda mengikuti wawancara terkait tantangan politik pascakontestasi demokrasi di daerah. 

Tayang:
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Frandi Piring
Dok. Pribadi/Joune Ganda
WAWANCARA - Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda mengikuti wawancara bersama peneliti Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia terkait tantangan politik pascakontestasi demokrasi di daerah. Ia memaparkan analisis kritis setelah pilkada. Di mana, ujian sesungguhnya bagi kepala daerah saat ini adalah menjaga dan membangun kembali kepercayaan publik (public trust). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) - Sulut, Joune Ganda mengikuti wawancara terkait tantangan politik pascakontestasi demokrasi di daerah. 
  • Bupati Joune Ganda memaparkan analisis kritis setelah pilkada.
  • ​Menurutnya, ujian sesungguhnya bagi kepala daerah saat ini adalah merawat dan membangun kembali kepercayaan publik (public trust).

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - MINUT - Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda mengikuti wawancara terkait tantangan politik pascakontestasi demokrasi di daerah. 

Dalam sesi wawancara tersebut, Bupati Joune Ganda memaparkan analisis kritis setelah pilkada.

Ia menegaskan bahwa esensi dari representasi politik bukan sekadar memenangkan jabatan struktural, melainkan bagaimana mengejawantahkan amanah rakyat menjadi kebijakan yang berdampak konkret.

​Menurut Bupati Joune Ganda, ujian sesungguhnya bagi kepala daerah saat ini adalah menjaga dan membangun kembali kepercayaan publik (public trust).

​"Kunci kepemimpinan daerah hari ini terletak pada transparansi dan pelayanan yang inklusif. Kita harus memastikan kebijakan lokal yang lahir benar-benar pro-rakyat, adil, dan mampu mempercepat kesejahteraan masyarakat," jelas Sekjen Apkasi Joune Ganda yang juga Bupati Minut.

Selain membahas visi kepemimpinan, riset komprehensif ini juga membedah isu-isu krusial lain, termasuk representasi gender di birokrasi, efektivitas kebijakan lokal, hingga harmonisasi hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.

Hasil akhir dari riset nasional ini nantinya akan diproyeksikan sebagai bahan evaluasi makro sekaligus referensi strategis untuk memperkuat kualitas demokrasi dan akselerasi pembangunan di Indonesia.

Diketahui, Bupati Joune Ganda satu di antara kepala daerah masuk dalam radar lembaga survei Indikator Politik Indonesia.

Lembaga Survei tersebut melaksanakan riset Nasional bertajuk: “Representasi Politik di Indonesia”. 

Bupati Kabupaten Minahasa Utara Joune Ganda mengikuti wawancara
WAWANCARA - Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda mengikuti wawancara bersama peneliti Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia terkait tantangan politik pascakontestasi demokrasi di daerah. Ia memaparkan analisis kritis setelah pilkada. Di mana, ujian sesungguhnya bagi kepala daerah saat ini adalah menjaga dan membangun kembali kepercayaan publik (public trust).

Riset yang dilakukan di antaranya dari perspektif para pemimpin daerah pascapilkada.

Terkait dengan hal tersebut, Bupati Minut Joune Ganda menyebut, ia di wawancara oleh pihak Lembaga survey Indikator Politik Indonesia, di Kawasan Jalan Tentara Pelajar Jakarta Selatan.

"Ia jadi hari Rabu kemarin, kami sudah mereka wawancara. Yang hadir ​Peneliti Indikator Politik Indonesia Abdul Aziz. Menurut kami ini sangat strategis, kami sebagai kepala daerah di Kabupaten Minut dan kapasitas sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi)," kata Joune Ganda kepada sejumlah wartawan saat menghadiri Kegiatan Dedicated Team Meeting (DTM) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Jalan 17 Agustus Manado, Kamis (21/5/2026).

Lembaga Survey Indikator Politik Indonesia menilai, Bupati Minut Joune Ganda dinilai mampu merepresentasikan dinamika dan suara riil pemerintah kabupaten di tingkat nasional.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa riset berskala nasional ini menyasar sekitar 300 kepala daerah, baik bupati maupun wali kota yang terpilih untuk periode 2025-2030.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved