Bulan Purnama
Cold Moon Muncul 4–5 Desember Bikin Warga Antusias, Rina: Ini Purnama Terakhir 2025
Cold Moon bulan purnama terakhir sekaligus salah satu yang paling terang di tahun ini diprediksi muncul lebih besar dan lebih tinggi dari biasanya
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID - Langit Indonesia bersiap menyuguhkan pertunjukan alam penutup tahun.
Pada 4–5 Desember 2025, Cold Moon bulan purnama terakhir sekaligus salah satu yang paling terang di tahun ini diprediksi muncul lebih besar dan lebih tinggi dari biasanya, menjadikannya supermoon yang sayang dilewatkan.
Malam Kamis menuju Jumat diperkirakan menjadi momen paling indah bagi pencinta langit di seluruh Indonesia.
Baca juga: Segini Besaran Bantuan Dana untuk Korban Erupsi Gunung Ruang Sitaro, Rumah Rusak Berat Tidak Dapat
Fenomena Cold Supermoon, yang dikenal sebagai bulan purnama penutup tahun, akan menggantung megah di langit dengan ukuran tampak lebih besar serta cahaya yang lebih kuat.
Para astronom memperkirakan posisi Bulan yang lebih dekat dengan Bumi membuat purnama kali ini terlihat lebih dramatis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Bagi banyak warga, ini bukan sekadar fenomena biasa.
Rina, warga Minahasa Utara, mengaku sudah menyiapkan kamera sejak awal pekan untuk mengabadikan supermoon terakhir 2025.
“Fenomena seperti ini selalu saya tunggu. Katanya lebih besar dari biasanya, jadi saya sudah siapkan kamera. Sayang kalau dilewatkan, ini kan bulan purnama terakhir di 2025,” ujarnya saat dihubungi Tribunmanado.co.id, Rabu (3/12/2025).
Jika cuaca bersahabat, Cold Moon akan tampak jelas sejak Kamis malam hingga Jumat pagi, memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk menikmati kilau bulan purnama yang memukau sebelum tahun berganti.
Apa itu Cold Moon dan mengapa disebut supermoon?
Pakar Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan istilah Cold Moon merujuk pada purnama akhir tahun yang bertepatan dengan cuaca dingin di belahan bumi utara.
"Cold moon (bulan dingin) adalah purnama pada akhir tahun saat cuaca dingin di belahan bumi utara," jelas Thomas ketika dihubungi Kompas.com pada Selasa (2/12/2025).
Thomas menambahkan Cold Moon Desember 2025 juga dikenal sebagai “Super-Cold-Moon” karena terjadi bersamaan dengan fase supermoon.
Supermoon terjadi saat bulan purnama berada di titik terdekat dengan Bumi atau perigee sehingga terlihat sekitar 10 persen lebih besar dari purnama rata-rata.
Cold Moon Desember 2025 disebut sebagai supermoon ketiga dari empat rangkaian supermoon beruntun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/supermoon-indonesia.jpg)