Breaking News
Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gelombang Pasang di Minahasa

11 Rumah di Desa Bukit Tinggi Kakas Minahasa Sulut Rusak Usai Dihantam Gelombang Pasang

Air laut yang meluap masuk ke permukiman warga, merusak bagian dinding rumah hingga jebol dan atap ambruk.

Tayang:
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Indry Panigoro
Dokumen Pribadi/Dok Jenly Suawa:
GELOMBANG PASANG - Bencana gelombang pasang menerjang Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dan menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, Sabtu (18/4/2026). Air laut yang meluap masuk ke permukiman warga, merusak bagian dinding rumah hingga jebol dan atap ambruk. 

Ringkasan Berita:
  • Gelombang pasang tiba-tiba menerjang Desa Bukit Tinggi, Minahasa, pada 18 April 2026 dan merusak permukiman warga.
  • Sekitar 11 rumah terdampak, dengan beberapa mengalami kerusakan berat akibat terjangan air laut.
  • Warga sempat panik menyelamatkan diri, sementara aktivitas nelayan dan kegiatan desa ikut terganggu.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bencana gelombang pasang menerjang Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dan menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat.

Gelombang pasang adalah fenomena naiknya permukaan air laut secara signifikan, sering kali mencapai pesisir dan menyebabkan kerusakan, yang dipicu oleh gravitasi bulan atau matahari, angin kencang, atau badai.

Fenomena ini kerap menyebabkan banjir rob, abrasi, hingga rusaknya infrastruktur pesisir dan perahu nelayan.

Gelombang pasang di Kakas ini terjadi secara tiba-tiba pada hari, Sabtu (18/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat gelombang tinggi tiba-tiba menghantam kawasan pesisir desa. 

Air laut yang meluap masuk ke permukiman warga, merusak bagian dinding rumah hingga jebol dan atap ambruk.

Sejumlah warga mengaku panik saat gelombang pasang datang.

Mereka bergegas menyelamatkan diri serta barang-barang berharga untuk menghindari dampak yang lebih besar.

“Air tiba-tiba naik dan langsung masuk ke rumah. Kami langsung keluar menyelamatkan diri,” ujar 

Jenly Suawa, salah satu warga saat dihubungi Tribunmanado.co.id, Rabu (22/4/2026).

Jenly mengatakan ada sekitar 11 warga yang terdampak akibat bencana ini.

“Sekitar 11 rumah ada juga rusak berat dan ringan,” katanya.

Ia menjelaskan beberapa rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Material bangunan seperti papan hingga beton berserakan akibat terjangan gelombang.

Selain merusak rumah, gelombang pasang juga menggenangi sejumlah titik di desa tersebut. Aktivitas warga pun sempat lumpuh sementara.

“Akibat bencana ini aktivitas nelayan sempat terganggu,” pungkasnya.

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved