Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pengucapan Syukur di Minahasa

Daftar Menu Pengucapan Syukur di Desa Kawatak Minahasa, Dodol dan Nasi Jaha Jadi Incaran

Selain beragam hidangan utama, dodol dan nasi jaha selalu menjadi incaran karena hanya dibuat pada momen-momen tertentu

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw
DODOL - Kue Dodol dan nasi ja (nasi bulu) menjadi primadona dalam perayaan Hari Pengucapan di Desa Kawatak, Langowan Selatan, Minahasa, Sulut. 

Ringkasan Berita:
1. Dua makanan ini selalu ada saat pengucapan syukur di Sulawesi Utara.
 
2. Ya, dua makanan tersebut adalah nasi jaha dan dodol.
 
3. Selain beragam hidangan utama, dodol dan nasi jaha selalu menjadi incaran karena hanya dibuat pada momen-momen tertentu.

TRIBUNMANADO.CO.ID,MINAHASA- Dua makanan ini selalu ada saat pengucapan syukur di Sulawesi Utara.

Termasuk pengucapan syukur di Desa Kawatak Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu 5 April 2026.

Ya, dua makanan tersebut adalah nasi jaha dan dodol.

Baca juga: Gelar Pengucapan Syukur di Momen Paskah 2026, Warga Padati Desa Kawatak Minahasa

MENU EKSTREM - Potret Menu Makanan Ekstrem yang disanikan Dimomen Pengucapan di Desa Kawatak, Kec. Langowan Selatan, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (5/4/2026).
PENGUCAPAN - Potret Menu Makanan Ekstrem yang disanikan Dimomen Pengucapan di Desa Kawatak, Kecamatan Langowan Selatan, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (5/4/2026). (Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw)

Dua makanan tersebut menjadi primadona.

Dimana momen ini juga bertepatan dengan perayaan Paskah, Minggu (5/4/2026).

Dua sajian ini yang paling dicari tamu yang datang berkunjung ke rumah-rumah warga. 

Selain beragam hidangan utama, dodol dan nasi jaha selalu menjadi incaran karena hanya dibuat pada momen-momen tertentu.

Ada yang langsung dimakan, tak sedikit pula yang dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Warga setempat menyebut, pembuatan dodol tidak dilakukan setiap hari. 

Hal itu karena prosesnya yang cukup panjang dan membutuhkan waktu serta tenaga.

Salah satu warga mengatakan, proses pembuatan dodol dimulai dari menyiapkan bahan seperti beras ketan, gula merah, dan santan yang kemudian dimasak dalam waktu lama sambil terus diaduk hingga mengental.

“Biasanya kami mulai masak dari pagi, bahkan ada yang dari malam sebelumnya. Harus terus diaduk supaya tidak gosong, sampai teksturnya jadi kental seperti dodol,” ujar salah satu warga saat diwawancara Tribun Manado. 

Ia menambahkan, selain dodol, nasi ja juga menjadi sajian wajib untuk menjamu tamu.

Nasi jaha dimasak dengan santan dan bumbu khas, sehingga memiliki cita rasa gurih.

“Kalau nasi jaha itu dimasak pakai santan, jadi rasanya lebih gurih. Ini memang selalu disiapkan kalau pengucapan, karena tamu pasti cari,” katanya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved