Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pengucapan Syukur di Minahasa

Dodol dan Nasi Ja Jadi Primadona Hari Pengucapan di Desa Kawatak Minahasa Sulut

Kue Dodol dan nasi ja (nasi bulu) menjadi primadona dalam perayaan Hari Pengucapan di Desa Kawatak, Langowan Selatan, Minahasa, Sulut.

Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw
DODOL - Kue Dodol dan nasi ja (nasi bulu) menjadi primadona dalam perayaan Hari Pengucapan di Desa Kawatak, Langowan Selatan, Minahasa, Sulut. 

Ringkasan Berita:
  • Kue Dodol dan nasi ja (nasi bulu) menjadi primadona dalam perayaan Hari Pengucapan di Desa Kawatak, Langowan Selatan, Minahasa, Sulut.
  • Momen ini juga bertepatan dengan perayaan Paskah, Minggu (5/4/2026).
  • Dodol dan nasi ja selalu menjadi incaran karena hanya dibuat pada momen-momen tertentu.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - MINAHASA - Dodol dan nasi ja (nasi bulu) menjadi primadona dalam perayaan Hari Pengucapan di Desa Kawatak, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Momen ini juga bertepatan dengan perayaan Paskah, Minggu (5/4/2026).

Dua sajian ini yang paling dicari tamu yang datang berkunjung ke rumah-rumah warga. 

Selain beragam hidangan utama, dodol dan nasi ja selalu menjadi incaran karena hanya dibuat pada momen-momen tertentu.

Warga setempat menyebut, pembuatan dodol tidak dilakukan setiap hari. 

Hal itu karena prosesnya yang cukup panjang dan membutuhkan waktu serta tenaga.

Salah satu warga mengatakan, proses pembuatan dodol dimulai dari menyiapkan bahan seperti beras ketan, gula merah, dan santan, yang kemudian dimasak dalam waktu lama sambil terus diaduk hingga mengental.

“Biasanya kami mulai masak dari pagi, bahkan ada yang dari malam sebelumnya. Harus terus diaduk supaya tidak gosong, sampai teksturnya jadi kental seperti dodol,” ujar salah satu warga saat diwawancara Tribun Manado. 

Foto Kue Dodol dalam perayaan Hari Pengucapan di Desa Kawatak Minahasa
DODOL - Kue Dodol dan nasi ja (nasi bulu) menjadi primadona dalam perayaan Hari Pengucapan di Desa Kawatak, Langowan Selatan, Minahasa, Sulut.

Ia menambahkan, selain dodol, nasi ja juga menjadi sajian wajib untuk menjamu tamu.

Nasi ja dimasak dengan santan dan bumbu khas, sehingga memiliki cita rasa gurih.

“Kalau nasi ja itu dimasak pakai santan, jadi rasanya lebih gurih. Ini memang selalu disiapkan kalau pengucapan, karena tamu pasti cari,” katanya.

MENU TAHUN BARU - Nasi Jaha makanan khas di Minahasa.
MENU TAHUN BARU - Nasi Jaha makanan khas di Minahasa. (Dokumen Pribadi/Fernando Turangan)

Selain dua menu tersebut, warga juga menyajikan berbagai hidangan lain, mulai dari makanan ekstrem khas Minahasa seperti paniki (kelelawar), ular, kodok, hingga tikus.

Sampai menu umum seperti daging babi, ayam, bebek, dan aneka ikan laut.

Masakan khas Minahasa seperti tinorangsak, olahan dalam bambu (bulu), pangi, pepes, dan menu tradisional lainnya turut meramaikan sajian.

Hampir setiap rumah terlihat ramai dan terbuka menerima tamu. 

Tidak hanya yang diundang, warga juga kerap memanggil orang yang melintas di jalan untuk singgah dan menikmati hidangan.

Suasana keakraban pun sangat terasa dalam momen tersebut. (Pet) 

Baca juga: Gelar Pengucapan Syukur di Momen Paskah 2026, Warga Padati Desa Kawatak Minahasa

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved