Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkab Minahasa

Pemkab Minahasa Lepas 23 Praja Muda IPDN Sulut, Ini yang Ditekankan Lynda Watania

Pemkab Minahasa resmi melepas 23 Praja Muda Angkatan XXXV Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Chintya Rantung
Dokumen Kominfo Kabupaten Minahasa
LEPAS - Pemkab Minahasa resmi melepas 23 Praja Muda Angkatan XXXV Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara setelah menuntaskan program Magang II. Ini yang ditekankan Lynda Watania. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Minahasa resmi melepas 23 Praja Muda Angkatan XXXV Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara
  • Sekda Minahasa Lynda menyampaikan praktek lapangan ini merupakan fase krusial bagi calon birokrat untuk membandingkan teori
  • Lynda menjelaskan selama 30 hari sejak 5 Januari 2026, para praja ditempatkan di empat kecamatan untuk mengawal 11 program strategis

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa resmi melepas 23 Praja Muda Angkatan XXXV Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara setelah menuntaskan program Magang II.

Penutupan kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda Watania di Ruang Sidang Kantor Bupati, Selasa (3/2/2026).

Sekda Minahasa Lynda menyampaikan praktek lapangan ini merupakan fase krusial bagi calon birokrat untuk membandingkan teori di bangku kuliah dengan realitas pelayanan publik.

“Magang ini adalah era pembelajaran untuk membandingkan antara teori dan implementasi. Di lapangan, kita belajar bahwa pelayanan publik bukan sekadar prosedur operasional standar (SOP), tetapi bagaimana menghadapi dinamika masyarakat yang beragam,” tutur Lynda.
 
Lynda menjelaskan selama 30 hari sejak 5 Januari 2026, para praja ditempatkan di empat kecamatan untuk mengawal 11 program strategis.

"Salah satu fokus utama adalah percepatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui pelayanan “jemput bola” bersama Disdukcapil Minahasa," jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Dukcapil tingkat provinsi, mengingatkan para praja bahwa data kependudukan adalah “embrio” dari seluruh kebijakan negara.

“Indonesia adalah negara besar dengan APBN yang terbatas. Jika data kependudukan tidak akurat, akan terjadi inefisiensi dan pemborosan dalam sektor kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial. Di sinilah peran penting kalian untuk memastikan pelayanan yang profesional dan rapi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur IPDN Kampus Sulawesi Utara Arnold Poli mengapresiasi dukungan penuh Pemkab Minahasa, khususnya dalam memfasilitasi kebutuhan teknis dan penyediaan orang tua asuh bagi praja di lapangan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran yang telah menerima anak-anak kami. Pengalaman praktek di Minahasa, terutama dalam urusan kependudukan dan catatan sipil, menjadi bekal berharga karena prodi ini merupakan unggulan di kampus kami,” pungkasnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved