Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Daging Babi

Stok Melimpah Tapi Harga Naik: Pantauan Terkini Daging Babi di Kawangkoan Minahasa

Baru di awal tahun 2026, konsumen daging babi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, harus merogoh kocek sedikit lebih dalam.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw
DAGING BABI - Daging babi di tempat penjualan area Kawangkoan, Minahasa, Sulut pada Minggu (11/1/2026) sore. Harga daging babi lapis campur naik Rp 5 ribu. 

Ringkasan Berita:
  • Baru di awal tahun 2026, konsumen daging babi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, harus merogoh kocek sedikit lebih dalam.
  • Pasalnya, pada Minggu (11/1/2026), khususnya di wilayah Kawangkoan, harga komoditas ini terpantau mengalami kenaikan.
  • Saat ini, harga daging babi jenis lapis dibanderol Rp 85 ribu per kilogram.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Baru di awal tahun 2026, konsumen daging babi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, harus merogoh kocek sedikit lebih dalam.

Pasalnya, pada Minggu (11/1/2026), khususnya di wilayah Kawangkoan, harga komoditas ini terpantau mengalami kenaikan.

Saat ini, harga daging babi jenis lapis dibanderol Rp 85 ribu per kilogram.

Kenaikan sebesar Rp 5 ribu dibandingkan harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp 80 ribu per kilogram.

Kenaikan tidak hanya terjadi pada jenis lapis.

Daging babi biasa kini dijual dengan harga antara Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram.

Sementara itu, untuk bagian rusuk dan kepala babi, pedagang mematok harga di kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram.

Dolfy, salah satu pedagang di Area Kawangkoan, mengungkapkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh perubahan harga di tingkat produsen.

Kawangkoaan berjarak sekitar 23,2 kilometer dari Tondano ibu kota Minahasa. Estimasi waktu tempuh adalah 43 menit dengan berkendara. 

Sementara dari Kota Manado berjarak 43,7 kilometer. Estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam 28 menit. 

Meski demikian, ia memastikan bahwa ketersediaan barang di pasar masih sangat mencukupi.

“Memang saat ini harga dari peternak naik, untuk stok tetap banyak,” ujar Dolfy.

Menariknya, meski masa perayaan hari raya telah usai, minat beli masyarakat terpantau tidak surut.

Dolfy mengaku pada hari Minggu ini saja, ia telah berhasil menjual sekitar 30 kilogram daging dan 10 kilogram rusuk.

Jumlah ini diprediksi akan melonjak lebih tinggi pada hari kerja biasanya.

"Tapi kalau hari biasa justru juga lebih banyak, bisa sampai 100 kilogram," pungkasnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved