Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penemuan Mayat di Tomohon

‎Aliansi Mahasiswa Unima Gelar Aksi, Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Oknum Dosen

Aliansi Mahasiswa Unima Peduli Korban Pelecehan gelar aksi unjuk rasa soroti dugaan kasus pelecehan oknum dosen FIPP.

Tribun Manado/Handout/‎Dok. Aliansi Mahasiswa Unima
‎AKSI - Mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unima Peduli Korban Pelecehan menggelar aksi unjuk rasa di halaman kampus, Rabu (31/12/2026) lalu. ‎Aksi tersebut menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima. 

Ringkasan Berita:
  • Aliansi Mahasiswa Unima Peduli Korban Pelecehan menggelar aksi unjuk rasa
  • Mereka menyoroti dugaan kasus pelecehan yang melibatkan oknum dosen FIPP Unima
  • Informasi yang diterima aliansi, jumlah korban tidak hanya satu orang

TRIBUNMANADO.CO.ID, MINAHASA - Mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unima Peduli Korban Pelecehan menggelar aksi unjuk rasa di halaman kampus, Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), pada Rabu (31/12/2026).

‎Aksi tersebut menyoroti dugaan kasus pelecehan yang melibatkan oknum dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima.

‎Dugaan itu disebut telah menjerat sejumlah mahasiswa, bahkan berujung pada kasus tragis korban yang meninggal secara tak wajar akibat depresi.

‎Koordinator aksi, Jemris Jurebe, menyampaikan kekecewaan atas lambannya penanganan kasus tersebut.

‎Ia menegaskan, aliansi mendesak pihak kampus dan kepolisian segera mengambil langkah tegas.

‎“Kami berharap Unima dan kepolisian segera menindaklanjuti kasus pelecehan di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi,” ujar Jemris.

‎Menurut Jemris Jurebe, investigasi menyeluruh sangat dibutuhkan agar tidak muncul korban baru.

‎Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima aliansi, jumlah korban tidak hanya satu orang.

‎“Bukan hanya satu korban yang meninggal karena depresi dan stres.

Ada beberapa mahasiswa, baik alumni maupun yang masih aktif kuliah di Unima, diduga mengalami pelecehan dari oknum dosen yang sama,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, banyak korban memilih diam karena trauma, meski sebagian mulai memberanikan diri untuk bersuara.

‎Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah spanduk bertuliskan “Tangkap Pr*dator Kampus!” dan “Unima Lindungi Mahasiswamu!”.

‎Sebelumnya, pimpinan Unima angkat bicara terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret oknum dosen FIPP.

‎Kasus ini mencuat setelah Evia Maria Mangolo, mahasiswi PGSD Unima, ditemukan meninggal dunia tidak wajar di sebuah indekost di Matani Satu, Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulut, Selasa (30/12/2025).

‎Perhatian publik menguat setelah beredar surat pernyataan yang ditulis dan ditandatangani korban terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen.

‎Surat tersebut ditujukan kepada Dekan FIPP Unima dan bertanggal 16 Desember 2025.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved