Breaking News
Sabtu, 6 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hapsa PKB GMIM

Pesan Khusus Ketua BPMS GMIM Pdt Adolf Wenas, Pimpin Ibadah Buka Hapsa PKB

Ada pesan khusus yang ia sampaikan saat berkhotbah kepada Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM.

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Alpen Martinus
Multimedia GMIM
PESAN - Ketua Sinode GMIM Pdt Adolf Katuuk Wenas. Sampaikan pesan khusus saat pembukaan Hapsa PKB GMIM di Manado, Jumat 6 Juni 2026. 

Ringkasan Berita:
1.Diawali dengan ibadah agung yang dipimpin oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt Dr Adolf Katuuk Wenas MTh.

2.Pesan itu disampaikannya saat menjadi khadim ibadah syukur Agung Hari Persatuan (Hapsa) P/KB GMIM di Gedung Mission Center, Ringroad Manado, Jumat 5 Juni 2026.
 
3.Dalam khotbahnya, ia mengingatkan tentang makna enam anak panah ekor burung manguni pada logo GMIM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Rangkaian kegiatan Hari persatuan (Hapsa) Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM sudah dimulai.

Diawali dengan ibadah agung yang dipimpin oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt Dr Adolf Katuuk Wenas MTh.

Ada pesan khusus yang ia sampaikan saat berkhotbah. 

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Lomba Serta Pertandingan Hapsa P/KB GMIM, Seni Hingga Olahraga

Pesan khusus kepada Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM

Pesan itu disampaikannya saat menjadi khadim ibadah syukur Agung Hari Persatuan (Hapsa) P/KB GMIM di Gedung Mission Center, Ringroad Manado, Jumat 5 Juni 2026.

Dalam khotbahnya, ia mengingatkan tentang makna enam anak panah ekor burung manguni pada logo GMIM

Itu simbol dari falsafah hidup orang Minahasa, yakni Maesa-esaan; Matombol-tombolan; Masawang-sawangan; Maleos-leosan; Malinga-lingaan dan Maelus-elusan. 

"Ini falsafah yang harus jadi pedoman kita. Bersatu, baku-baku bae, baku-baku sayang, baku-baku kase inga dan seterusnya. Demikian pula Pria Kaum Bapa GMIM," kata Pendeta Adolf. 

Falsafah ini, kata Pendeta Adolf, sejalan dengan semboyan yang disampaikan Pahlawan Nasional Sam Ratulangi: Si Tou Timou Tumou Tou. 

Artinya: manusia hidup untuk memanusiakan (menghidupkan) manusia. 

"Kita harus bersatu. Sapu lidi seujung dia rapuh tapi kalau satu ikat, tidak bisa dipatahkan. Begitu juga kita warga GMIM," pesannya. 

Ia mengungkapkan, Firman Tuhan juga mengamanatkan agar gereja bersatu. Sebagaimana ayat Alkitab di Yohanes 13:21 yang berbunyi:

"...supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."

Hari Persatuan P/KB harus dimaknai sebagai momen untuk memperkokoh jati diri, integritas warga GMIM

Bukan hanya sekadar seremonial dan perlombaan kesenian, budaya dan olahraga.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved