Jumat, 5 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Waisak di Manado

Bhikku Asal Medan Ini Kagumi Toleransi Warga Manado

Perayaan hari Waisak begitu istimewa bagi Bhikku Sudhasilo Thera. Untuk pertama kalinya, ia membawakan ceramah bagi umat Buddha di Manado

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Arthur_Rompis
TRI SUCI WAISAK - Sudhasilo menjadi Dhammadesana atau penceramah dalam Perayaan hari raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Vihara Dhammadipa, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (31/5/2026). Gaya ceramahnya lembut tapi tegas.  

"Jika mengejar kehidupan duniawi tentu tak ada rasa cukup, lelah dengan mengejar kehidupan duniawi, maka saya mau belajar untuk melatih diri," katanya

Pertama ke Manado, ia mengaku kagum dengan toleransi yang kuat pada masyarakatnya. 

Hal ini tampak dalam anjangsana umat pada masyarakat dalam kegiatan menyambut Waisak

"Umat Buddha pun kompak, terbukti dari kegiatan kali ini," katanya. 

Bhikku asal Medan ini banyak berinteraksi dengan warga Manado dalam kegiatan Pindapatta yang dilakukan pada pagi hari. 

Perayaan hari raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Vihara Dhammadipa, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), berlangsung khusyuk pada Minggu (31/5/2026).

Ratusan umat Buddha yang hadir memantapkan hati untuk membawa kedamaian lewat Dharma di tengah dunia yang sedang dilanda konflik.

Semangat untuk membawa cinta kasih ke dalam dunia ini selaras dengan tema Waisak tahun ini, yaitu "Dharma Membawa Perdamaian Dunia".

Berdasarkan amatan Tribunmanado.com, rangkaian perayaan diawali dengan prosesi Pindapatta, kemudian disusul dengan Puja Bakti. Acara Puja Bakti diisi dengan Dhammadesana oleh Bhikku Sudhasilo Thera.

Ada pula sesi penyalaan lilin panca warna oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya perwakilan Pemkot Manado, Kaban Kesbangpol Sonny Takumansang, dan Kakanwil Kemenag Manado Hj. Roghaya.

Dalam ceramahnya, Bhikku Sudhasilo Thera mengingatkan kembali mengenai makna hari raya Tri Suci Waisak.

"Kita merayakan lahirnya Pangeran Siddhartha Gautama, saat ia mencapai penerangan sempurna, dan Parinibbana Sang Buddha," katanya.

Ia juga membeberkan tentang lima sila Buddha dan meminta umat untuk melaksanakannya guna melatih diri. 

"Menghindari perilaku menyakiti atau membunuh makhluk hidup, menghindari mengambil barang yang bukan milik sendiri, menghindari perbuatan asusila, menghindari ucapan yang tidak benar atau berbohong serta menghindari makanan dan minuman yang mengakibatkan melemahnya kesadaran," katanya 

Ketua Harian Vihara Dhammadipa, Buddhi Lambey, menyatakan bahwa Tri Suci Waisak menjadi momen bagi umat Buddha di Manado untuk belajar mengimplementasikan dharma di dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved