Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sekolah Rakyat di Manado

Dari SRMP 21 Manado, Yeskri Anggelo Kejar Mimpi Jadi Polisi

“Kalau kangen orang tua pasti ada, tapi sekarang sudah jarang seperti waktu awal-awal masuk. Karena sudah punya banyak teman di sekolah dan asrama,”

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
SISWA - Siswa SRMP 21 Manado, Yeskri Aprilio Anggelo. Ia bercita-cita menjadi seorang polisi. 

Ringkasan Berita:
  • Yeskri Anggelo mulai terbiasa menjalani hidup jauh dari orang tua.
  • Sejak pertengahan tahun lalu, Yeskri tinggal di asrama sekolah rakyat tersebut. 
  • Remaja itu mengaku awalnya cukup berat harus hidup jauh dari keluarga. 

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Suara tawa para siswa terdengar dari sudut asrama SRMP 21 Manado di Jalan Daan Mogot, Paal IV, Tikala, Manado, Sulawesi Utara. 

Saat dikunjungi Tribunmanado.com, para siswa sedang mengikuti lomba dalam rangka Kenaikan Yesus Kristus.

Meski tanggal merah dan cuti bersama, para siswa tidak libur.

Mereka tetap harus mengisi waktu libur dengan kegiatan yang bermanfaat.

Di antara mereka, ada Yeskri Aprilio Anggelo (14), siswa kelas 8 yang kini mulai terbiasa menjalani hidup jauh dari orang tua demi mengejar pendidikan dan cita-citanya.

Sejak pertengahan tahun lalu, Yeskri tinggal di asrama sekolah rakyat tersebut. 

Remaja asal Lingkungan V Tuminting itu mengaku awalnya cukup berat harus hidup jauh dari keluarga. 

Namun seiring waktu, ia perlahan menemukan kenyamanan baru bersama teman-temannya di sekolah.

“Kalau kangen orang tua pasti ada, tapi sekarang sudah jarang seperti waktu awal-awal masuk. Karena sudah punya banyak teman di sekolah dan asrama,” ujar Yeskri beberapa waktu lalu.

Selama hampir satu tahun tinggal di asrama, Yeskri baru beberapa kali pulang ke rumah.

LOMBA - Lomba dalam rangka Kenaikan Yesus Kristus di SRMP
LOMBA - Lomba dalam rangka Kenaikan Yesus Kristus di SRMP 21 Manado, Sulawesi Utara, Jumat (15/5/2026). Total ada 75 siswa dalam sekolah rakyat ini.

“Sudah sekitar empat atau lima kali pulang. Biasanya kalau diizinkan pulang paling cepat satu minggu, paling lama tiga minggu,” katanya.

Meski hidup dengan aturan dan jadwal yang ketat, Yeskri mengaku senang berada di lingkungan SRMP 21 Manado

Menurutnya, sekolah itu memberinya banyak pengalaman baru, mulai dari pertemanan hingga kesempatan mengembangkan kemampuan diri.

“Selama di sini senang karena punya banyak teman dan bisa mengasah ilmu saya,” ujarnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved