Jumat, 15 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sekolah Rakyat di Manado

Wali Asuh SRMP 21 Manado Jadi Ibu bagi Siswa di Asrama

“Kalau saya empat siswa. Jadi setiap wali asuh berbeda-beda, ada yang empat, ada yang lima,” katanya ketika ditemui.

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
WALI ASUH - Salah satu wali asuh di SRMP 21 Manado, Gladys Maria Sumampow (30). Ia mulai bergabung di sekolah tersebut sejak Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Perannya tidak hanya mendampingi siswa belajar, tetapi juga menjadi sosok pengganti orang tua.
  • Gladys Sumampow mulai bergabung di sekolah tersebut sejak Maret 2026.
  • Dalam menjalankan tugasnya, Gladys menangani empat siswa asuh. 

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Selain guru, wali asuh di SRMP 21 Manado tidak kalah penting.

Perannya tidak hanya mendampingi siswa belajar, tetapi juga menjadi sosok pengganti orang tua selama para siswa tinggal di asrama.

Salah satu wali asuh di SRMP 21 Manado, Gladys Maria Sumampow (30), mengatakan dirinya mulai bergabung di sekolah tersebut sejak Maret 2026.

Dalam menjalankan tugasnya, Gladys menangani empat siswa asuh. 

Jumlah siswa yang didampingi setiap wali asuh berbeda-beda, namun rata-rata 4-5 siswa.

“Kalau saya empat siswa. Jadi setiap wali asuh berbeda-beda, ada yang empat, ada yang lima,” katanya ketika ditemui, Jumat (15/5/2026).

Sebagai wali asuh, Gladys memiliki tugas mendampingi siswa sejak pagi hingga malam hari. 

LOMBA - Lomba dalam rangka Kenaikan Yesus Kristus di SRMP 21 Manado, Sulawesi Utara, Jumat (15/5/2026). Total ada 75 siswa dalam sekolah rakyat ini.
LOMBA - Lomba dalam rangka Kenaikan Yesus Kristus di SRMP 21 Manado, Sulawesi Utara, Jumat (15/5/2026). Total ada 75 siswa dalam sekolah rakyat ini. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

Peran wali asuh di asrama hampir sama seperti seorang ibu di rumah.

“Setiap hari kita seperti ibu di dalam asrama. Membangunkan siswa, mendampingi ibadah, mendampingi makan, sampai malam ada refleksi dan belajar bersama,” ujarnya.

Kegiatan belajar di asrama berbeda dengan pembelajaran di kelas. 

Jika di sekolah siswa belajar bersama guru mata pelajaran, maka di asrama wali asuh membantu siswa mengulang pelajaran maupun mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Gladys mengaku banyak pengalaman menyenangkan selama mendampingi anak-anak di asrama. 

Keberagaman karakter, adat, dan agama para siswa menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan banyak hal.

“Dari mereka kita belajar tentang perbedaan. Mereka punya karakter dan latar belakang yang berbeda-beda, jadi setiap hari selalu ada hal baru,” ujarnya.

Baca juga: Diawali Pelepasan Balon dan Jalan Sehat, HUT ke-14 GMIM Manado Timur IV Resmi Digelar

Baca juga: SRMP 21 Manado Terapkan Disiplin dan Pendidikan Karakter Lewat Sistem Asrama

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved