Manado Sulawesi Utara
Perenungan GMIM Minggu ini, Kasih yang Nyata Bukan Sekadar Perkataan dan Status di Medsos
Pada Minggu berjalan ini, warga GMIM diajak merenungkan firman Tuhan berdasarkan nas I Yohanes 3:11-18.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Indry Panigoro
Ringkasan Berita:
- Tema perenungan GMIM pekan ini menekankan kasih yang diwujudkan lewat tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata, berdasarkan I Yohanes 3:11-18.
- Pendeta menyoroti masih banyak jemaat rajin beribadah tetapi menyimpan iri, dendam, dan kebencian sehingga tidak mempraktikkan kasih.
- Fenomena empati di media sosial tanpa aksi nyata dikritik; jemaat diajak menunjukkan kasih lewat tindakan sederhana seperti menolong, mendoakan, dan peduli sesama.
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) masih memaknai masa-masa sesudah Paskah.
Pada Minggu berjalan ini, warga GMIM diajak merenungkan firman Tuhan berdasarkan nas I Yohanes 3:11-18.
Adapun tema perenungan Minggu ini, yakni Mengasihi dengan Perbuatan dan Dalam Kebenaran.
Jemaat diajak agar mengaplikasikan kasih secara nyata. Bukan sekadar ucapan di bibir.
Pdt Juniarto Treivi Kandou MTh mengungkapkan, jemaat jangan hanya mengetahui kasih tapi hambar, yakni tdak mengaplikadikannya secara benar
Sebab, tidak sedikit orang Kristen yang rutin beribadah, rajin ke gereja tapi tidak menerapkan kasih.
"Mengapa? Masih ada iri, dendam dan kebencian dalam dirinya," kata Pendeta Treivi dalam ibadah Minggu (26/4/2026) Jemaat GMIM Imanuel Bahu sesi kedua, mulai pukul 09.00 WITA.
Katanya, jemaat yang tidak menerapkan kasih mengikuti jejak Kain yang membunuh saudaranya, Habel. Kain panas hatinya karena menuruti apa kata iblis.
"Kita bisa saja rajin ke gereja, memberi persembahan tapi masih memelihara kebencian. Itu sama saja tidak ada gunanya. Seharusnya meneladani Kristus, menerapkan kasih," katanya lagi.
Pendeta Treivi memberikan contoh nyata. Di era media sosial, orang begitu mudah memberi tanggapan bagi sesama pengguna medsos.
Misalnya, mengetik "Semoga cepat sembuh," "Tuhan memberkatimu". Begitu juga, kita dengan mudahnya mengirimkan stiker virtual.
"Sayangnya, kita hanya sebatas di medsos, di Facebook, di Instagram. Tidak ada tindakan nyata. Mendoakan, menjenguk saudara kita yang sakit, mengulurkan tangan bagi yang kekurangan," katanya lagi.
Fenomena empati di dunia maya tapi nihil aksi nyata ini, bukan manifestasi kasih tapi tidak lebih dari kemunafikan.
"Kasih yang palsus, cuma bicara, slogan, hanya di medsos. Tangan yang selalu terkunci, tidak pernah terbuka dan terulur," ujar pendeta lagi.
Karena itu, ia mengajak jemaat beraksi bertindak nyata. Sebagai wujud kasih sejati.
| Antrean Solar di SPBU Manado dan Minut Muncul Lagi, Kendaraan Mengantre Sejak Subuh |
|
|---|
| Harga Bahan Naik, Penjual Gorengan di Manado Terpaksa Naikkan Harga |
|
|---|
| Belasan Lubang Muncul di Jalan KONI Sario Manado, Warga Minta Segera Diperbaiki |
|
|---|
| Stok MinyaKita di Warung dan Supermarket di Manado Kerap Kosong, Warga Pilih ke Pasar Tradisional |
|
|---|
| Apa Itu Songko, Hantu Manado yang Bikin Penasaran, Ini Jawabannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Ibadah-Jemaat-GMIM-Imanuel-Bahu-Manado-Minggu-26-April-2026-sesi-kedua.jpg)