Manado Sulawesi Utara
Demam Piala Dunia, Penjual Bendera Timnas Menjamur di Manado, Argentina Paling Laris
Gelaran Piala Dunia 2026 tinggal hitung hari. Turnamen sepakbola terbesar di jagat ini bakal berlangsung di Amerika Serikat, Canada dan Mexico
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Ringkasan Berita:
- Gelaran Piala Dunia 2026 tinggal hitung hari. Turnamen sepakbola terbesar di jagat ini bakal berlangsung di Amerika Serikat, Canada dan Mexico 11 Juni hingga 19 Juli mendatang
- Seiring makin dekatnya pesta bola empat tahunan, demam Piala Dunia mulai melanda Manado, Sulawesi Utara
- Penjual bendera tim nasional negara peserta Piala Dunia mulai menjamur. Kompleks eks Shopping Center Manado, Jalan Walanda Maramis merupakan pusatnya
TRIBUNMANADO.CO.ID - Gelaran Piala Dunia 2026 tinggal hitung hari. Turnamen sepakbola terbesar di jagat ini bakal berlangsung di Amerika Serikat, Canada dan Mexico 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Seiring makin dekatnya pesta bola empat tahunan, demam Piala Dunia mulai melanda Manado, Sulawesi Utara.
Penjual bendera tim nasional negara peserta Piala Dunia mulai menjamur. Kompleks eks Shopping Center Manado, Jalan Walanda Maramis merupakan pusatnya.
Lokasi ini hanya sepelemparan batu dari Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado.
Sejumlah pedagang mulai menjual bendera tim nasional. Mulai dari Brasil, Jerman, Argentina, Belanda, Spanyol, Prancis dan lain-lain.
Alim (64), pedagang gordin dan seragam sekolah kini mulai menjual bendera timnas peserta Piala Dunia.
Bendera ukuran standar 1x0,5 meter dijual Rp 40 ribu per lembar. "Ini belum panas, semakin dekat, harga bisa naik tapi sedikit," kata pria asal Wonasa kepada Tribunmanado.co.id, Jumat 15 Mei 2026 siang.
Selain ukuran standar, Alim menjual bendera ukuran 6x4 meter seharga Rp 350 ribu. Ada pula ukuran 3x2 meter dengan harga Rp 250 ribu. "Itu masih bisa ditawar," katanya.
Menurut dia penjualan masih dingin. Baru satu dua pembeli. Puncaknya diprediksi saat mendekati pembukaan Piala Dunia.
Penjual lainnya, Tuti Christaung (64) bilang, ia mulai jual bendera tim nasional sejak minggu lalu.
"Sudah mulai ramai, satu dua lembar. Kemarin sampai lima," katanya.
Oma Tuti bilang, sejauh ini bendera Argentina paling laris. Lalu Jerman dan Belanda.
Selain itu, fans Spanyol dan Brasil juga lumayan yang datang. "Sayang Italia tidak lolos. Lalu, fans Italia lumayan banyak datang membeli," katanya.
Katanya, bendera jualannya dibikin sendiri. Baik Alim dan Tuti membelinya dari para penjahit yang juga sehari-hari berusaha di Shopping Center.
"Kami juga melayani bendera custom. Bisa tunggu, harga baku ator," ujar Tuti lagi.(ndo)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Akademisi Unsrat Alfons Kimbal: Pemilik SPPG Harus Ikuti Regulasi Agar Tidak Disuspend BGN |
|
|---|
| Curhat Sopir Bus di Terminal Paal 2 Manado: Kadang Berangkat Setengah Muatan, Pulang Bisa Kosong |
|
|---|
| BHK Food Festival 2026 di Pecinan Manado, Ada Kopi, Bakmi dan Pentas |
|
|---|
| Jalan Lubang Antara Manado - Bitung Mulai Diperbaiki, Warga Minta Dipercepat |
|
|---|
| Weekend, Ribuan Warga Manado Olahraga di Kawasan Megamas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Penjual-bendera-tim-nasional-di-Shopping-Center-LKJL.jpg)