Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

LPG di Manado

Harga LPG Non-Subsidi Naik, Warga Manado Disebut Mengeluh

“Kurang tahu apakah mereka akan beralih ke gas 3 kg. Tapi semoga saja tidak,” tambahnya.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
LPG - LPG non-subsidi yang dijual di agen, Jalan 14 Februari, Teling Atas, Wanea, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (22/4/2026). Harga LPG non-subsidi ikut naik. 
Ringkasan Berita:
  • Harga Bright Gas 5,5 kg di Sulawesi Utara naik dari Rp 97 ribu menjadi Rp 114 ribu.
  • Bright Gas 12 kg naik dari Rp 202 ribu menjadi Rp 238 ribu per kilogram.
  • Kenaikan harga juga terjadi di agen-agen gas.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Selain bahan bakar minyak (BBM), pemerintah juga menaikkan harga LPG non-subsidi.

Kenaikan harga gas LPG non-subsidi tersebut cukup signifikan.

Misalnya harga Bright Gas 5,5 kg di Sulawesi Utara naik dari Rp 97 ribu menjadi Rp 114 ribu.

Kemudian Bright Gas 12 kg naik dari Rp 202 ribu menjadi Rp 238 ribu per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi di agen-agen gas.

Misalnya saja di Agen Tiara, Jalan 14 Februari, Teling Atas, Wanea Manado, Bright Gas 5,5 kg menjadi Rp 150 ribu.

"Kalau yang 12 kg jadi Rp 250 ribu," tutur penjaga agen, Rabu (22/4/2026).

LPG - Sidak LPG oleh Pemkot Manado, Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas di Kota Manado beberapa waktu lalu jelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Hiswana Migas mengimbau masyarakat turut mengawasi distribusi dan penyaluran LPG 3 Kg.
LPG - Sidak LPG oleh Pemkot Manado, Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas di Kota Manado beberapa waktu lalu jelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Hiswana Migas mengimbau masyarakat turut mengawasi distribusi dan penyaluran LPG 3 Kg. (Tribun Manado/Fernando_Lumowa)

Ia mengakui adanya kenaikan harga tersebut dan dampaknya terhadap konsumen. 

"Ya ada sih yang mengeluh,” ujarnya.

Keluhan masyarakat cukup terasa, meskipun sebagian konsumen tetap membeli karena kebutuhan sehari-hari. 

Ia juga belum dapat memastikan apakah kenaikan harga ini akan mendorong masyarakat beralih ke LPG subsidi ukuran 3 kilogram.

“Kurang tahu apakah mereka akan beralih ke gas 3 kg. Tapi semoga saja tidak,” tambahnya.

Hingga saat ini penggunaan LPG non-subsidi masih cukup tinggi di kalangan masyarakat. 

Baca juga: Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi Kini Diusut Kejati Sulut, 1 Perkara Sudah Naik Sidang

Baca juga: Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Mantan Rektor Unsrat Ellen Kumaat Tersenyum

Tabung ukuran 5,5 kilogram menjadi yang paling banyak diminati dibandingkan ukuran lainnya.(*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved