Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

LPG di Manado

Harga LPG Non-Subsidi Naik, Pangkalan di Manado Layani Konsumen Seperti Biasa

“Iya, langsung ikuti kenaikan harga usai pengumuman,” ujar penjaga pangkalan yang tak ingin disebutkan namanya.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
LPG - LPG non-subsidi yang dijual di pangkalan di Jalan Ahmad Yani, Sario, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (23/4/2026). Pangkalan tetap layani pembeli seperti biasa. 

Ringkasan Berita:
  • Ketika dikunjungi, kiosnya sepi.
  • Hanya ada beberapa penjaga yang duduk di sekitar tabung gas.
  • Harga gas LPG 5,5 kg di sana naik dari Rp 97 ribu menjadi Rp 114 ribu.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kenaikan harga LPG non-subsidi beberapa waktu lalu langsung direspons oleh para penjual di tingkat pangkalan di Kota Manado, Sulawesi Utara. 

Seorang penjaga pangkalan di Jalan Ahmad Yani, Sario, mengungkapkan bahwa pihaknya segera menyesuaikan harga setelah adanya pengumuman resmi kenaikan.

“Iya, langsung ikuti kenaikan harga usai pengumuman,” ujar penjaga pangkalan yang tak ingin disebutkan namanya, Kamis (23/4/2026).

Ketika dikunjungi, kiosnya sepi.

Hanya ada beberapa penjaga yang duduk di sekitar tabung gas.

Harga gas LPG 5,5 kg di sana naik dari Rp 97 ribu menjadi Rp 114 ribu.

Sedangkan LPG ukuran 12 kg naik dari Rp 202 ribu menjadi Rp 238 ribu.

LPG - LPG non-subsidi yang dijual di agen, Jalan 14 Februari, Teling Atas, Wanea, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (22/4/2026). Harga LPG non-subsidi ikut naik.
LPG - LPG non-subsidi yang dijual di agen, Jalan 14 Februari, Teling Atas, Wanea, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (22/4/2026). Harga LPG non-subsidi ikut naik. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

Menurutnya, kenaikan harga memang dikeluhkan pelanggan. 

Namun, kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap tingkat pembelian.

“Ada sih yang mengeluh, tapi mereka tetap beli,” tambahnya.

Sejak awal LPG non-subsidi memang memiliki segmen pasar tersendiri. 

Konsumen yang menggunakan gas ini umumnya berasal dari kalangan mampu atau mereka yang memilih kepraktisan.

"Yang pakai biasanya orang-orang mampu, atau yang malas antre, dan tidak mau kehabisan,” jelasnya.

Meski harga mengalami kenaikan, hingga saat ini belum terlihat adanya penurunan jumlah pembeli di pangkalan tersebut. 

Baca juga: Jadwal Kapal dari Pelabuhan Manado 24 April 2026: Hanya ke Nusa Utara

Baca juga: Wali Kota Tomohon Ajak Dubes India Lihat Pabrik Gula Aren Masarang, Perkuat Kerja Sama Ekspor

Pihaknya pun berharap kondisi ini tetap stabil ke depannya.

“Sejauh ini belum ada penurunan pembeli sih, semoga tidak ada,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved