Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkot Manado

Pemkot Manado Rekrut 2.300 Agen Bansos Digital, Ini Tugas Utamanya

​Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika Sualang menutup kegiatan dengan melakukan peninjauan langsung proses aktivasi IKD.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Dok. Kominfo Pemkot Manado
DIGITALISASI - Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang, menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program nasional digitalisasi bantuan sosial (bansos). Hal ini terlihat saat ia turun langsung memimpin sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang digelar di Kecamatan Tuminting, Jumat (17/4/2026). 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Manado menuju kota digitalisasi secara perlahan.

Saat ini untuk penyerahan bantuan sosial bakal dilakukan menggunakan sistem digitalisasi.

Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang, menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program nasional digitalisasi bantuan sosial (bansos). 

Baca juga: Capaian Digitalisasi Kota Tomohon Meningkat, Pajak Daerah Capai 73,15 Persen

Hal ini terlihat saat ia turun langsung memimpin sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang digelar di Kecamatan Tuminting, Jumat (14/4/2026). 

Kehadiran Sualang di tengah-tengah masyarakat menegaskan peran penting Kota Manado sebagai salah satu dari 41 daerah percontohan nasional dalam implementasi program ini.

​Suasana sosialisasi terasa cair dan hangat dengan kehadiran Richard Sualang.

Ia tidak hanya memberikan sambutan formal, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya dengan berdialog langsung bersama wargayang hadir. 

Ia mendengarkan aspirasi serta tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus memberikan motivasi agar program digitalisasi ini dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.

​Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika Sualang menutup kegiatan dengan melakukan peninjauan langsung proses aktivasi IKD.

Ia berinteraksi akrab dengan petugas Disdukcapil dan warga yang sedang melakukan pendaftaran melalui aplikasi.

Momen ini dimanfaatkan Wawali Richard untuk melihat langsung bagaimana teknologi ini diterapkan dan memastikan kendala teknis dapat diminimalisir.

Ia bahkan tidak segan membantu beberapa warga yang tampak kesulitan menggunakan aplikasi, menunjukkan sisi humanis dan kedekatannya sebagai pemimpin daerah.

​Dalam arahannya, dr. Richard Sualang menekankan bahwa digitalisasi bansos bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebuah langkah strategis untuk mewujudkan transparansi dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan pemerintah.

​“Penyaluran bantuan sosial kini dilakukan secara digital, yang tentu berkaitan erat dengan aplikasi, internet, dan yang paling utama adalah data.

Tujuannya jelas, yakni memperlancar penyaluran serta memastikan keadilan bagi masyarakat yang benar-benar berhak,” tegas Sualang, di hadapan jajaran pemerintah kecamatan, kelurahan, dan perwakilan dinas terkait.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved