Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BBM Eceran di Manado

Penjual BBM Eceran di Manado Masih Bertahan Meski Ada Isu Penertiban

"Sepertinya normal-normal saja, karena warung-warung di sekitar sini juga masih berjualan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
BBM ECERAN - BBM eceran yang dijual di Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (9/4/2026). Mereka memilih bertahan di tengah isu penertiban. 

Ringkasan Berita:
  • Para pedagang mengaku tetap berjualan demi mempertahankan mata pencaharian.
  • Padahal, mereka telah mendengar adanya isu terkait penertiban.
  • Hingga saat ini kondisi penjualan masih berjalan normal. 

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran di sejumlah wilayah di Kota Manado, Sulawesi Utara, masih berlangsung seperti biasa. 

Para pedagang mengaku tetap berjualan demi mempertahankan mata pencaharian.

Padahal, mereka telah mendengar adanya isu terkait penertiban.

Seorang penjual BBM eceran di kawasan Ketang Baru, Fathur, mengatakan bahwa hingga saat ini kondisi penjualan masih berjalan normal. 

Ia menilai belum ada perubahan signifikan di sekitarnya.

"Sepertinya normal-normal saja, karena warung-warung di sekitar sini juga masih berjualan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Menurut Fathur, memang ada beberapa penjual yang tidak lagi beroperasi. 

BBM ECERAN - BBM eceran yang dijual di Ring Road, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (5/4/2026). Sepekan pasca-sosialisasi penertiban mereka masih berjualan.
BBM ECERAN - BBM eceran yang dijual di Ring Road, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (5/4/2026). Sepekan pasca-sosialisasi penertiban mereka masih berjualan. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

Namun, hal tersebut lebih disebabkan oleh faktor pasokan dan persaingan usaha.

“Ada yang tidak berjualan, tapi itu karena belum ambil stok atau karena persaingan akhirnya tutup,” tambahnya.

Meski telah mendengar kabar terkait kemungkinan penertiban, Fathur mengaku tetap memilih berjualan karena itu merupakan sumber penghasilan utamanya.

Hal serupa disampaikan penjual BBM eceran di wilayah Wawonasa, Nurhayati. 

Ia mengaku masih menjalankan usahanya seperti biasa, meskipun telah mendengar informasi serupa.

“Iya kami sudah dengar, tapi mau bagaimana lagi. Jadi kami tetap berjualan,” ujarnya.

Namun, ia akan mengikuti aturan jika nantinya ada kebijakan resmi yang mengharuskan penutupan.

Baca juga: Gandeng Generasi Muda TP PKK Bolmong Gelar Pemilihan Duta Stunting 2026

Baca juga: Jadwal Kapal dari Pelabuhan Manado 10 April 2026: 8 Keberangkatan ke Nusa Utara

“Nanti kalau memang disuruh tutup, baru tutup,” katanya.

Di sisi lain, ia meyakini bahwa penertiban tersebut tidak akan berlangsung lama. 

Hal itu lantaran penjual BBM eceran masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Saya yakin tidak akan bertahan lama, karena penjual seperti kami banyak dan orang masih banyak sekali yang butuh,” tutur Nurhayati.(*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved