Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Opini

Catatan Seorang Jurnalis: We Shall Overcome

We shall overcome, we shall overcome, we shall overcome, someday. O deep in my heart, I do believe, we shall overcome, someday

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Dewangga Ardhiananta
Tribun Manado/Arthur_Rompis
CATATAN - Foto Gugun Gumilar. Sulit membayangkan lagu ini berkumandang pada Paskah Nasional 2026 di Kawasan Pohon Kasih, Mega Mas, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (8/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • We shall overcome, we shall overcome, we shall overcome, someday
  • Lagu ini berkumandang pada Paskah Nasional 2026 di Kawasan Pohon Kasih
  • Gugun menyanyikan We Shall Overcome

TRIBUNMANADO.CO.ID - “We shall overcome, we shall overcome, we shall overcome, someday. O deep in my heart, I do believe, we shall overcome, someday.”

Sulit membayangkan lagu ini berkumandang pada Paskah Nasional 2026 di Kawasan Pohon Kasih, Mega Mas, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (8/4/2026).

Lebih sulit lagi membayangkan jika yang menyanyikannya adalah Gugun Gumilar, staf khusus Menteri Agama RI.

Namun itulah yang terjadi.

Di hadapan puluhan ribu peserta, Gugun menyanyikan We Shall Overcome, sebuah lagu gospel yang bertransformasi menjadi lagu perjuangan hak sipil di Amerika Serikat pada 1960-an.

Dengan suara bariton yang lembut, ia mengajak warga Manado ikut bernyanyi.

Tangan kanannya terangkat ke arah massa, lalu ia berbalik ke paduan suara, seolah memberi aba-aba.

Sayangnya, lagu indah itu tampak kurang dikenal di kalangan sebagian peserta.

Ajakan Gugun tidak sepenuhnya disambut. Ia pun melanjutkan beberapa bait lagu tersebut secara solo.

Gugun bukan sosok yang asing belakangan ini.

Namanya menjadi viral beberapa hari sebelum Paskah Nasional, setelah terlibat sebagai mediator dan fasilitator dalam pembukaan segel rumah doa jemaat POUK Tesalonika di Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten.

Respons publik beragam.

Ada yang menghina, bahkan menghujat.

Namun jauh lebih banyak yang memberi apresiasi.

Berbagai julukan disematkan kepadanya. Dari pejuang toleransi hingga ikon baru pluralisme.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved