Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lebaran Ketupat di Manado

Lebaran Ketupat di Mahawu Manado, Warga Layani Tamu Sejak Pagi

Sejak pagi hari, warga Mahawu sibuk menyiapkan berbagai hidangan khas, dengan ketupat sebagai sajian utama. 

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Arthur Rompis
TAMU: Lebaran Ketupat di rumah seorang warga di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (7/4/2025). Banyak tamu yang datang. 

Ringkasan Berita:1. Ramai warga berkujung ke Kelurahan Mahawu, Kota Manado, Sulawesi Utara, merayakan Hari Raya Ketupat
 
2. Warga Mahawu sibuk menyiapkan berbagai hidangan khas, dengan ketupat sebagai sajian utama. 
 
3. Warga memaknai perayaan ini sebagai kesempatan untuk berbagi rezeki dan mempererat persaudaraan tanpa memandang latar belakang.
 

TRIBUNMANADO,COM- Ramai warga berkujung ke Kelurahan Mahawu, Kota Manado, Sulawesi Utara, merayakan Hari Raya Ketupat, (28/3/2026).

Banyak warga Mahawu menyambut tamu yang berkunjung.

Mereka larut dalam suasana lebaran ketupat.

Baca juga: Lebaran Ketupat di Mahawu Manado, Warga Sambut Tamu Dengan Penuh Kehangatan

Warga datang ke rumah saudara, teman, handai tolan, silaturahmi sambil menikmati hidangan ketupat.

Tradisi yang digelar beberapa hari setelah Idul Fitri ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi, sekaligus membuka pintu rumah bagi siapa saja yang ingin berkunjung.

Sejak pagi hari, warga Mahawu sibuk menyiapkan berbagai hidangan khas, dengan ketupat sebagai sajian utama. 

Beragam menu pelengkap seperti opor ayam, sayur santan, hingga sambal khas Manado tersaji di setiap rumah.

Aroma masakan yang menggugah selera menyambut setiap tamu yang datang.

Tidak hanya keluarga dan kerabat, perayaan ini juga dihadiri oleh warga dari berbagai daerah. 

Tradisi “open house” menjadi ciri khas Hari Raya Ketupat di Mahawu, di mana masyarakat tanpa ragu mengundang siapa pun untuk menikmati hidangan bersama.

“Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun. Kami selalu menyiapkan makanan terbaik untuk tamu yang datang, karena ini bagian dari kebersamaan,” ujar Rofal salah satu warga Mahawu.

Rofal mengatakan selain sebagai ajang silaturahmi, Hari Raya Ketupat juga menjadi simbol rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. 

Warga memaknai perayaan ini sebagai kesempatan untuk berbagi rezeki dan mempererat persaudaraan tanpa memandang latar belakang.

“Anak-anak hingga orang dewasa tampak menikmati suasana perayaan. Tawa dan canda menghiasi setiap sudut kampung, menciptakan nuansa kebahagiaan yang sederhana namun bermakna,” ungkapnya.

Menurutnya, tamu yang datang bukan hanya dari Manado saja melainkan dari daerah lain.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved