Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkot Manado

Andrei Angouw dan Richard Sualang Harap Perubahan Desil di Manado Perhatikan Aspek Kemanusiaan

Wali Kota Manado Andrei Angouw menekankan pentingnya akurasi data dalam pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Arthur_Rompis
DESIL - Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang dalam rakor pemutakhiran dan validasi data yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (16/03/26). Keduanya menekankan pentingnya akurasi data dalam pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat (Desil). 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang (AARS), menekankan pentingnya akurasi data
  • Hal ini ditegaskan agar bantuan sosial benar-benar menyasar warga yang membutuhkan dan tidak salah sasaran
  • Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran dan Validasi Data yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (16/03/26)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wali Kota Manado Andrei Angouw, dan Wakil Wali Kota Richard Sualang (AARS), menekankan pentingnya akurasi data dalam pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat (Desil). 

Hal ini ditegaskan agar bantuan sosial benar-benar menyasar warga yang membutuhkan dan tidak salah sasaran.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran dan Validasi Data yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (16/03/26).

Dalam arahannya, Wali Kota Andrei Angouw menyoroti dinamika pendataan di lapangan.

Ia meminta adanya kesamaan persepsi antara Camat, Lurah, Ketua Lingkungan, hingga petugas pendamping.

"Penentuan Desil 1 hingga 10 memang rumit, namun ini krusial untuk menyelesaikan masalah secara tepat demi kepentingan 460 ribu penduduk Kota Manado," ujar Angouw.

Wali Kota mewanti-wanti agar pendataan dilakukan secara objektif.

Ia melarang keras adanya praktik like and dislike atau penafsiran sepihak dari petugas pendata.

"Yang berhak harus terlayani. Jangan sampai warga yang tidak berhak justru menerima bantuan, sementara yang membutuhkan malah terabaikan," tegasnya.

Wali Kota juga membeberkan temuan di lapangan, di mana terdapat warga mampu yang masuk dalam kategori Desil 1.

Ia meminta tim di lapangan lebih jeli mengidentifikasi kategori miskin agar data tersebut valid masuk ke Desil Satu.

Sebagai tindak lanjut, Wali Kota menginstruksikan para Camat untuk segera menggelar musyawarah lingkungan.

Pertemuan tersebut wajib melibatkan Lurah dan Ketua Lingkungan dengan menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) guna memberikan pemahaman teknis mengenai kategori Desil.

Dalam rakor tersebut, pihak BPS Sulut turut memaparkan proses integrasi data sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4/2025 tentang DTSEN.

Dijelaskan bahwa Desil merupakan pembagian data populasi ke dalam sepuluh bagian sama besar untuk mengukur tingkat kesejahteraan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved