Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cap Go Meh 2026

Serba-Serbi Cap Go Meh 2026 di Manado, Aksi Tang Sin hingga Harmoni Toleransi Warnai Perayaan

Cap Go Meh 2577 Kongzili yang berlangsung pada Selasa (3/3/2026) disaksikan ribuan orang.

Tribun Manado/Arthur_Rompis
CAP GO MEH - Suasana perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Aksi Tang Sin hingga harmoni toleransi warnai perayaan tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Ribuan warga memadati kawasan Pecinan Manado untuk menyaksikan Cap Go Meh 2577 Kongzili, Selasa (3/3/2026).
  • Perayaan berlangsung penuh toleransi hingga ditutup dengan pesta kembang api di malam hari.
  • Tang Sin termuda Vincent (21) dan Tang Sin tertua Ho Marinka.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau menjadi magnet luar biasa bagi masyarakat di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Cap Go Meh 2577 Kongzili yang berlangsung pada Selasa (3/3/2026) disaksikan ribuan orang.

Kawasan Pertokoan 45 atau Pecinan Manado dipadati warga yang menyaksikan perayaan tahunan tersebut.

Sejak tengah hari, warga mulai memadati lokasi.

Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Walanda Maramis, Jalan DI Panjaitan dan Jalan Dr Soetomo disterilkan dari kendaraan.

Sebagian besar warga terkonsentrasi di sekitar Klenteng Ban Hing Kiong (BHK) Manado, lokasi start arak-arakan peserta Goan Siau.

CAP GO MEH - Cap Go Meh di Manado, Sulawesi Utara, meniupkan harapan akan harmoni serta kembalinya keselarasan hidup. Cap Go Meh Manado digelar di kampung Cina Manado, Sulut, Selasa (3/3/2026). 
CAP GO MEH - Cap Go Meh di Manado, Sulawesi Utara, meniupkan harapan akan harmoni serta kembalinya keselarasan hidup. Cap Go Meh Manado digelar di kampung Cina Manado, Sulut, Selasa (3/3/2026).  (Tribun Manado/Arthur_Rompis)

Kawasan Kampung Cina bahkan sudah ditutup sejak pagi.

Berikut serba-serbi perayaan Cap Go Meh di Manado.

Barisan Non Ritual hingga Ritual

Cap Go Meh Manado dibuka dengan barisan non ritual, kemudian disambung barisan ritual.

Untuk barisan non ritual tampil Kabasaran, Paskibraka, barisan BKSAUA, dance, kungfu serta siswa Sekolah Rakyat.

Sementara barisan ritual diisi kuda Locia, bendera para panglima langit, barisan sembahyang, pikulan, kio serta Tang Sin.

Sebanyak 11 Tang Sin beserta 14 Kio dari sembilan kelenteng tampil dalam prosesi tersebut.

Mereka beraksi memeragakan gerakan atraktif, dan kadang juga ekstrem.

Ketua Kelenteng Ban Hing Kiong Manado, Jemmy Binsar, menuturkan Cap Go Meh adalah hari yang membawa berkah.

"Kami yakin dalam prosesi ini Tuhan akan mengutus para malaikatnya ke dalam dunia untuk menyelaraskan alam agar supaya kehidupan bisa makmur, sandang pangan tercukupi," kata dia.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved