Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Populer Manado

Berita Populer Manado: Makna Perayaan Cap Go Meh bagi Umat Khonghucu Manado

Berita Populer Manado edisi Rabu, 4 Maret 2026. Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili menjadi perhatian publik.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Tribun Manado/Arthur_Rompis
CAP GO MEH - Barisan Pikulan dalam Cap Go Meh di Kampung Cina, Calaca, Wenang, Kota Manado, Sulut. Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili tahun 2026 menjadi perhatian publik. 

"Rangkaian sembahyang berakhir, ditutup hari ini. Artinya apa? Perayaan tahun baru sudah selesai," kata Riano. 

Katanya, momen perayaan tahun baru Sudah selesai dan umat kembali beraktivitas seperti biasa. Kembali bekerja untuk mengisi kehidupan di tahun kuda api. 

"Cap Go Meh ini, kalau diibaratkan dengan perayaan orang Minahasa, ini seperti Kuncikan, momen Kunci Taong (tahun)," katanya lagi.

Momen Perkuat Kerukunan

Perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau 2577 Kongzili (2026) di Kota Manado berlangsung sangat meriah. 

Ribuan orang menyaksikan perayaan yang memadukan atraksi budaya dan ritual keagamaan ini. 

Mereka memadati Kawasan Pertokoan 45 (Pecinan) Manado. Jalan-jalan yang jadi rute arak-arakan seperti Jalan DI Panjaitan, Jalan Soetomo dan Jalan Walanda Maramis dipadati warga. 

Perayaan Cap Go Meh tidak sekadar ritual keagamaan. Ini menjadi momen akulturasi budaya Sulawesi Utara. 

Sejumlah atraksi budaya turut mewarnai perayaan Cap Go Meh kali ini. 

Barisan Penari Kabasaran membuka arak-arakan barisan non ritual. Para penari perang tampil paling depan. Seolah menjadi pembuka Jalan bagi rombongan Cap Go Meh. 

MERIAH - Perayaan Cap Go Meh (Goan Siau) 2577 Kongzili di Manado berlangsung meriah, Selasa 3 Maret 2026. Perayaan ini turut diwarnai atraksi budaya seperti Musik Bambu dan Kabasaran.
CAP GO MEH - Perayaan Cap Go Meh (Goan Siau) 2577 Kongzili di Manado berlangsung meriah, Selasa 3 Maret 2026. Perayaan ini turut diwarnai atraksi budaya seperti Musik Bambu dan Kabasaran. (Tribun Manado/Fernando_Lumowa)

Selain Kabasaran, musim Bambu Klarinet mengambil bagian memberi warna budaya pada perayaan ini. 

Selain itu, tampil juga barisan Paskibraka Kota Manado, drumband pelajar, BKSAUA, siswa SMP Sekolah Rakyat Manado, atlet dansa IODI (Ikatan Olahraga Dansa Indonesia) dan atlet wushu. 

Atraksi barongsai yang berkolaborasi dengan Tarian Naga menjadikan perayaan ini semakin meriah. 

Setiap perkumpulan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) hadir dengan barongsai dan Tari Naga. Ada juga yang membawa kelompok musim bambu bersama dalam rombongan. 

Tentu saja, penampilan para tangshin (tanci) menjadi daya tarik utama perayaan Cap Go Meh ini. 

Sebanyak 11 tangshin tampil dalam arak-arakan barisan ritual. Para tangshin ini berasal dari sembilan klenteng di Manado

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved