Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cap Go Meh di Manado

Cap Go Meh Manado 2026 Meriah, Ditutup dengan Kembang Api

Cap Go Meh 2025 di kampung Cina, kota Manado, provinsi Sulut, ditutup dengan Pesta Kembang Api, Selasa (3/3/2026) malam. 

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Arthur_Rompis
KEMBANG API - di kampung Cina Manado. Cap Go Meh Manado 2026 meriah, ditutup dengan kembang api. 

Bahkan instrumen musik bambu mampu memberikan karakter yang khas dalam Cap Go Meh Manado

"Rasanya musik bambu ini sudah jadi bagian dari Cap Go Meh, tak bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika tak ada musik bambu, pasti terasa sepi," kata seorang umat Tridharma. 

Momen momen penuh toleransi hadir dalam perayaan Cap Go Meh

Contohnya saat di seputaran waktu berbuka puasa, musik bambu memainkan lagu Sholawat, saat melintas di Kampung Arab. 

Umat Muslim yang menyaksikan Cap Go Meh bertepuk tangan. 

Ada pula kala seorang pendekar muda berhijab melakukan atraksi unik menaiki Liong dan Barongsay. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus dengan memukul gong. 

Yulius menyebut Cap Go Meh Manado adalah momen perayaan juga kerukunan.

"Saya berharap ini dapat terus dilaksanakan," katanya. 

Dalam sejumlah momen, Yulius bersama Walikota Manado Andrei Angouw turut memberikan angpao kepada Barongsai. 

Cap Go Meh Manado dibuka dengan barisan non ritual kemudian disambung barisan ritual. 

Untuk barisan non Ritual ada Kabasaran, Paskibraka, barisan BKSAUA, dance, kungfu serta siswa sekolah rakyat. 

Untuk barisan ritual tampil kuda Locia, bendera para panglima langit, barisan sembahyang, pikulan, kio serta Tang Sin. 

Sebanyak 10 Tang Sin beserta 14 Kio dari Sembilan Kelenteng tampil. 

Mereka beraksi memeragakan gerakan atraktif, kadang ekstrem. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved